fbpx
TODAYWEEKEND LIST

Wisatawan Sepi, Pemasukan Hotel dan Villa Anjlok

CIANJURToday – Libur panjang akhir tahun di beberapa destinasi pariwisata Cipanas sepi wisatawan. Hal tersebut dikeluhkan oleh pengelola hotel dan vila di kawasan Puncak-Cipanas, Kabupaten Cianjur.


Salah satu pengelola villa, Ujang Dedi mengatakan, libur panjang akhir tahun kali Ini tidak seperti biasanya. Bahkan menurutnya, penghujung 2018 ini termasuk yang paling parah dibandingkan tahun sebelumnya.


Dirinya mengaku mengalami kerugian karena belasan villa yang dikelolanya tidak satupun terisi pengunjung.

“Biasanya, sesepinya pengunjung masih ada empat sampai lima vila terisi. Namun tahun ini, tidak satu pun vila yang terisi,” terangnya saat ditemui cianjurtoday.com, Selasa (01/01/2019).


Dia menjelaskan, tahun sebelumnya satu bulan menjelang akhir tahun dari 13 Vila yang dikelolanya, tujuh di antaranya sudah terpesan dan akan terisi penuh dua hari menjelang pergantian tahun.


Namun tahun ini, dia terpaksa menutupi biaya operasional dari kantong sendiri karena sepinya pemesan.


Dia dan pengelola vila lainnya, menduga sepinya angka kunjungan ke kawasan tersebut ditenggarai oleh beberapa faktor, seperti belum tuntasnya perbaikan jalan yang amblas di kawasan Puncak, ditambah buka tutup jalur Puncak-Cianjur dari kedua arah, serta merebaknya isu gempa dan bencana alam lainnya di kawasan tersebut.


“Ada beberapa pemesan yang membatalkan karena isu bencana alam mengancam kawasan Puncak. Harapan kami, ke depan tidak ada lagi isu dan angka kunjungan tetap meningkat,” katanya.

Hal yang sama diakui pengelola hotel berbagai kelas di kawasan tersebut, target kamar yang mereka miliki terisi penuh, hanya mencapai 80 persen.


Jumlah ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan tahun lalu, sebagian besar hotel berbintang dan kelas melati terpaksa menolak tamu yang datang karena terisi penuh.
Iman, staf hotel berbintang di Jalan Raya Cipanas-Puncak mengatakan, angka hunian di tahun ini menurun drastis.


“Dari seratusan kamar yang tersedia, hanya 70 persen yang terisi, sebagian besar pemesan merupakan langganan lama dari Jabodetabek. Berbagai faktor penyebab salah satunya perbaikan jalur utama yang belum tuntas,” tandasnya.(arm)
Editor : Rizky Fadillah

Baca Selengkapnya

Related Articles

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Close