fbpx
TODAY

Tinggal di ‘Gubuk Derita’, Anak Terpaksa Putus Sekolah

Haru Biru Nanang Menggapai Asa di Tengah Cekikan Ekonomi

CIANJURTODAY.COM, Ciranjang – Kehidupan nestapa dialami Nanang, salah satu warga Kampung Pasir Angin, Desa Naggala, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Ia hidup berjauhan dengan hingar-bingar keasyikan duniawi.

Hidup layak? Bagai pungguk merindukan bulan. Sampai kini keluarga Nanang hanya bisa meneduh dari panasnya mentari di sebuah gubuk bilik berbau keringat harapan hidup.

Kayu bakar yang menjadi alat memasak, masih bisa membantunya memenuhi perut keluarga. Meski terkadang sulit, tapi ada saja tetangga berhati malaikat yang mau menolong Nanang.

“Sungguh terharu nasib Nanang. Bertolak belakang dengan para pejabat yang hidupnya hanya ongkang-ongkang kaki tetapi dapat duit banyak,” kata Direktur Cianjur Aktivis Independen (CAI), Farid Sandi.

Baca Juga: Kekeringan, Warga Pasirhuni Turun Gunung ke Sungai Demi Dapat Air

Penghasilan Nanang pas-pasan, jauh dari bantuan pemerintah.
Ketika Hari Raya tiba, ia dan keluarga hanya melamun.

Anak pertama Nanang yang saat ini tingkat SMP, terpaksa gantung ransel karena faktor biaya. Sama halnya dengan anak kedua Nanang, yang sepertinya tidak sekolah karena faktor ekonomi.

Farid yang prihatin merasa miris karena belum ada bantuan kepada keluarga Nanang.

“Pemerintah daerah tidak pernah ada yang mau untuk melepaskan beban Nanang yang malang,” tuturnya. (ct1)

Baca Selengkapnya

Related Articles

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Close