TODAY

Viral Rohingya Kecil di Cianjur Hoax itu Kejadian 2017

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Viral pesan berantai tentang ‘Rohingya kecil Terjadi di Cianjur’ akhir-akhir ini ternyata hoax. Pesan itu tersebar melalui aplikasi pesan instan dan postingan di media sosial. Narasinya sebagai berikut:

COPAS

Rohingya kecil Terjadi di Cianjur

*Rahmat (14) yatim putra alm yayat dan ibu aminah Dituduh maling bawang dari kebun cina Dipaksa ngaku, terus disiksa oleh preman Harun (38)

Dibacok pake pacul dikepalanya sampai berlumuran darah. Disumpel mulut Rahmat oleh bos cina pake gagang pacul.
Korban pun pulang kerumah merangkak karena kepala berdarah.

Nenek dan kakek korban diancam agar tidak berobat
Ketua RT dan warga pun ikut diancam
Setelah 28 hari korban merasakan sakit dg luka yg menginfeksi dan bau busuk. Akhirnya dibawa ke RSUD oleh warga, lalu dua hari kemudian wafat. Tidak lama kemudian kakeknya ikut wafat Tinggalah ibunya dan nenek nya dirumah gubuk reyot.

Mari peduli
Mari tangkap pelakunya*

*Lokasi kebun bawang 5 Ha dan kandang ayam 2 Ha serta galian pasir milik tersangka
Terletak di Kp Panagan Ds Sukakerta Kec Cilaku kab Cianjur… Jabar.

Pelaku adalah drh Slamet cut
Dia warga keturunan tionghoa china buddha
Sekarang kabur ke bandung.*

Mari bergerak.

Beginilah watak Cina yg sebenarnya Apa akan kita diamin aja,,?

Postingan tersebut ramai diperbincangkan hingga menimbulkan beragam tanggapan. Beragam foto pun ditampilkan, seperti kondisi korban hingga kebun di Cilaku.Namun ternyata, informasi yang viral itu merupakan kejadian lama tepatnya pada 2017 lalu. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Cianjur, Moch Ikhsan, saat dihubungi pada Rabu (10/07/2019).

Menurutnya, kejadian pada beberapa tahun silam itu sudah ditangani secara hukum. Jika ada berita yang mengungkap kembali harus ditelusuri kebenarannya.

“Intinya itu kejadian 2017 secara hukum sudah ada keputusan artinya selesai sampai di situ. Kalau ada berita yang ungkap kembali harus ditelusuri lagi kebenarannya,” papar Ikhsan.

Ia mengimbau agar masyarakat Cianjur tidak terpancing dan terprovokasi informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ia juga mengajak agar masyarakat tidak mudah percaya informasi di media sosial.

“Saya imbau kepada masyarakat, percayamah media yang sudah jelas. Mau online, surat kabar, tv ataupun mau radio. Itu bisa dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat Cianjur untuk memerangi hoaks dan menjaga suasana Cianjur yang aman. Polisi pun diminta untuk menindaklanjuti viralnya informasi tersebut.

“Dan saya pribadi atau organisasi meminta semua pihak jangan menyebarkan hoaks, apalagi SARA. Di Cianjur mah adem-ayem, tentram, semua berjabat tangan . Polosi harus betindak siapa yang menyebar hoaks di Cianjur,” tandasnya.(rez)

Baca Selengkapnya

Related Articles

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Close
Close