Gaya Hidup

6 Rukun Wudhu, Lengkap Niat hingga Urutannya

CIANJURTODAY.COM – Wudhu disebut sebagai penyuci yang menghilangkan hadast dalam ilmu fikih. Ada yang tahu rukun wudhu apa saja? Kalau belum, simak ulasannya di bawah sini.

Wajibnya wudhu ketika adanya hadast saat akan melakukan shalat atau ibadah lain yang mewajibkan suci dari hadast.

Contohnya seperti tawaf, menyentuh atau membawa Al-Quran, dan lain sebagainya.

Sebagaimana ibadah lainnya wudhu juga memiliki beberapa rukun atau kefardhuan yang harus dilakukan untuk mencapai keabsahannya.

Dalam fikih mazhab Syafi’i ditetapkan ada enam hal yang menjadi rukun wudhu. Sebagaimana disebutkan Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami dalam kitabnya Safinatun Najâ.

Bahwasannya, rukun wudhu ada enam: pertama niat, kedua membasuh muka, ketiga membasuh kedua tangan beserta kedua siku, kemudian mengusap sebagian kepala, lalu membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki, dan terakhir tertib,” (Lihat Salim bin Sumair Al-Hadhrami, Safînatun Najâ, Beirut, Darul Minhaj, 2009, halaman 18).

6 Rukun Wudhu

Keenam rukun tersebut dijelaskan oleh Syekh Nawawi Banten sebagai berikut.

  1. Niat wudhu dilakukan secara bersamaan saat pertama kali membasuh bagian muka, baik yang pertama kali dibasuh itu bagian atas, tengah maupun bawah.

Bila orang yang berwudhu tidak memiliki suatu penyakit maka ia bisa berniat dengan salah satu dari tiga niat berikut:

a. Berniat menghilangkan hadast, bersuci dari hadast, atau bersuci untuk melakukan shalat.

b. Berniat supaya diperbolehkannya melakukan shalat atau ibadah lain yang tidak bisa dilakukan kecuali dalam keadaan suci.

c. Niat melakukan fardhu wudhu, melakukan wudhu, meskipun yang berwudhu seorang anak kecil atau orang yang memperbaharui wudhunya.

Orang yang dalam keadaan darurat seperti memiliki penyakit ayang-ayangen atau bese, untuknya tidak cukup berwudhu dengan niat menghilangkan harus hadast atau bersuci dari hadast.

Sebab wudhu yang ia lakukan berfungsi untuk membolehkan dilakukannya shalat, bukan berfungsi untuk menghilangkan hadats.

Sedangkan orang yang memperbarui wudhunya tidak diperkenankan berwudhu dengan niat menghilangkan hadats, diperbolehkan melakukan shalat, atau bersuci dari hadats.

  1. Membasuh muka sebagai batasan muka, panjangnya adalah antara tempat tumbuhnya rambut sampai dengan di bawah ujung kedua rahangnya. Sedangkan lebarnya adalah antara kedua telinganya.

Termasuk muka adalah berbagai rambut yang tumbuh di dalamnya seperti alis, bulu mata, kumis, jenggot, dan godek.

Rambut-rambut tersebut wajib dibasuh bagian luar dan dalamnya serta kulit yang ada di bawahnya walaupun rambut tersebut tebal, karena termasuk bagian dari wajah.

Namun tidak wajib membasuh bagian dalam rambut yang tebal bila rambut tersebut keluar dari wilayah muka.

  1. Membasuh kedua tangan beserta kedua sikunya. Dianggap sebagai siku bila wujudnya ada meskipun di tempat yang tidak biasanya seperti jika tempat kedua siku tersebut bersambung dengan pundak.
  2. Mengusap sebagian kecil kepala ini bisa hanya dengan sekadar mengusap sebagian rambut saja, dengan catatan rambut yang diusap tidak melebihi batas anggota badan yang disebut kepala.

Misalnya seorang perempuan yang rambut belakangnya panjang sampai sepunggung tidak bisa hanya mengusap ujung rambut tersebut karena sudah berada di luar batas wilayah kepala.

Dianggap cukup bila dalam mengusap kepala ini dengan cara membasuhnya, meneteskan air, atau meletakkan tangan yang basah di atas kepala tanpa menjalankannya.

  1. Membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki Dalam hal ini yang dibasuh adalah bagian telapak kaki beserta kedua mata kakinya. Tidak harus membasuh sampai ke betis atau lutut.

Diwajibkan pula membasuh apa-apa yang ada pada anggota badan ini seperti rambut dan lainnya.

Orang yang dipotong telapak kakinya maka wajib membasuh bagian yang tersisa. Jika bagian yang dipotong di atas mata kaki maka tidak ada kewajiban membasuh baginya namun disunnahkan membasuh anggota badan yang tersisa.

  1. Tertib, tertib di sini ialah melakukan rukun wudhu secara berurutan sebagaimana disebut di atas.

Di samping itu ada banyak perbuatan yang dianggap sebagai kesunahan dalam berwudhu. Di antaranya membaca basmalah, bersiwak atau gosok gigi.

Kemudian membasuh kedua tangan sebelum memasukkannya ke dalam tempatnya air, berkumur, menghirup air ke dalam hidung dan mengeluarkannya lagi, membasuh kedua telinga, mendahulukan anggota badan yang kanan, berturut-turut, dan lain sebagainya.(ct7/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button