Gaya Hidup

8 Fakta Terkait Kebakaran Dahsyat di Kilang Minyak Pertamina Balongan Indramayu

CIANJURTODAY.COM – Ada beberapa fakta terkait kebakaran dahsyat yang terjadi di kilang minyak Pertamina RU VI Balongan, Indramayu yang meledak dan terbakar, pada Senin (29/3/2021) sekitar pukul 00.45 Wib.

Dikutip Cianjur Today dari berbagai sumber, berikut beberapa fakta terkait kebakaran dahsyat di kilang minyak Pertamina RU VI Balongan:

Fakta Kenakaran Kilang Minyak Pertamina Indramayu

  1. Tercium Bau Bensin Menyengat Sebelum Ledakan

Kebocoran gas dan bau menyengat tercium sebelum kebakaran terjadi. Kebocoran gas dan bau menyengat sudah terjadi sekitar pukul 23.00 Wib dan sekitar pukul 00.00 Wib ledakan dahsyat pun terdengar.

  1. Seorang Warga Meninggal Saat Kebakaran Terjadi

Tercatat satu orang meninggal bernama Mashadi Dulkodir (60), berdomisili di Desa Balongan, Kecamatan Balongan.

Menurut warga bernama Dodi, penyebab meninggalnya Mashadi tersebut kuat dugaan lantaran riwayat penyakit jantung yang dimiliki Mashadi. Sehingga pada saat terjadinya ledakan besar akibat kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan, penyakit jantung korban kambuh.

  1. Tiga Orang Korban Belum Ditemukan

Tiga korban dalam musibah kebakaran ini belum ditemukan. Diduga ketiganya terpental ke sawah saat melewati jalan Balongan pada Senin (29/3/2021) dini hari.

  1. Kebakaran Terjadi Saat Hujan Deras Disertai Petir

Penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti, namun pada saat kejadian sedang turun hujan deras disertai petir. Saat ini tengah dilakukan normal shutdown untuk pengendalian arus minyak dan mencegah perluasan kebakaran.

  1. Api Terlihat hingga Lima Kilometer dan Ada Suara Keras

Api kebakaran terlihat dari jarak lima kilometer, salah seorang warga di sekitar lokasi kilang minyak mengatakan, dari kediamannya kobaran api terlihat sangat besar.

Warga lainnya bernama menuturkan hal yang sama bahwa kawasan kilang minyak mengeluarkan api dan suara cukup keras.

  1. Damkar Sebut Hanya Satu Kilang Minyak yang Terbakar

Kendaraan melintas dengan latar belakang kepulan asap akibat kebakaran Kilang Mibyak Balongan. Plt Kasie Penyelamatan dan Evakuasi Pemadam Kebakaran Indramayu, Suyanto mengatakan, hanya ada satu kilang minyak yang terbakar di Balongan, Indramayu.

  1. Damkar Tutup Semua Saluran Minyak

Anggota TNI berjaga di lokasi terbakarnya kilang minyak di Jalan Raya Balongan-Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021).

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Pemkab Indramayu, Joni Takarasel meminta masyarakat tak perlu panik karena terbakarnya kilang minyak di Balongan.

Menurut Joni, pihaknya sudah menutup semua saluran minyak yang berpotensi merambat ke masyarakat.

Kondisi kebakaran sudah terisolasi, masyarakat diimbau tidak perlu panik, karena kondisi kebakaran ini sudah diantisipasi dengan ditutupnya seluruh saluran minyak, atau gas yang berpotensi merambat ke masyarakat.

  1. Puluhan Orang Terluka, Ratusan Mengungsi

Kebakaran Kilang Minyak Balongan PT Pertamina (Persero) menyebabkan sejumlah korban terluka.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Erdi Adrimulan Chaniago menyebut, sejauh ini ada puluhan orang yang mengalami luka ringan akibat kejadian ini.

Data yang terakhir sudah diterima ada sebanyak 23 korban luka ringan. Tidak hanya luka ringan, menurut Erdi kejadian tersebut juga mengakibatkan lima orang mengalami luka berat dan seluruh korban tengah menjalani perawatan medis.

Akibat kebakaran kilang minyak Balongan ini, ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka yang mengungsi merupakan warga dari Desa Balongan yang merupakan lokasi paling dekat dengan tempat kejadian.

Berdasarkan website resmi pertamina, www.pertamina.com ada sekitar 200 warga mengungsi ke Pendopo Kabupaten Indramayu, 400 warga di Islamic Center Indramayu, dan 350 warga di GOR Perumahan Bumi Patra. Saat ini sudah dilakukan juga pemblokiran jalan menuju sekitar lokasi kejadian dibantu oleh TNI.(ct7/sis)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami