Pendidikan

Aksara Sunda Swara, Ngalagena, Rarangken, dan Pangwilang Angka

CIANJURTODAY.COM – Yuk kita belajar aksara Sunda swara, ngalagena, rarangkén, dan angka atau pangwilang yang praktis di sini.

Kita mulai dari aksara swara atau vokal yang melambangkan suara. Ada tujuh contohnya seperti gambar di bawah ini:

Pertama yaitu huruf melambangkan vokal A. Cara menulisnya seperti angka 3, cuma bedanya di bagian ujungnya. Contoh:

Kadua yaitu huruf yang melambangkan suara I. Cara menulisnya mirip huruf L dan contohnya seperti gambar di bawah ini:

Ketiga yaitu huruf yang melambangman suara U, cara menulisnya mirip seperti huruf Z cuma ditambah huruf c kecil di ujungnya. Contoh penggunaannya seperti di bawah ini:

Keempat yaitu huruf yang melambangman suara é, cara menulisnya mirip angka 3 yang diberi strip. Adapun contohnya seperti gambar di bawah:

Kalima, yaitu huruf yang menggambarkan suara e, cara menulisnya mirip huruf C yang ada buntutnya. Cara penggunaan tersaji pada gambar di bawah ini:

Keenam yaitu huruf yang melambangkan suara eu, cara menulisnya seperti angka 3 yang ada buntutnya ditambah tanda V di atasnya. Contohnya seperti gambar di ini:

Terakhir, yaitu huruf yang melambangman suara o. Adapun cara menulisnya seperti huruf Z, cuma di depannya memakai garis miring terbalik dan di ujungnya memakai huruf u terbalik. Contohnya seperti gambar ini:

Aksara Sunda Ngalagena dan Rarangken

Berikutnya yaitu aksara ngalagena jeung rarangkén.

Aksara Ngalagena melambangkan fonem konsonan. Terdiri dari 25 huruf yang terdiri dari 18 aksara ngalagena utama ditambah 7 aksara ngalagena serapan.

Aksara ngalagena melambangkan suara /a/. Suara /a/ ini bisa diubah jadi /i,u,é,e,eu,o/ oleh earangkén.

Contoh aksara ngalagena utama:

Aksara ngalagena serapan:

Contoh aksara rarangkén:

Ungkara

Angka atau Pangwilang

Angka atawa pangwilang dalam aksara Sunda sama dengan angka atau bilangan pada aksara latin.

Ada sembilan pangwilang yang melambangkan angka nol sampai sembilan.

Lambang angka tersebut bisa disusun menjadi puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya. Cara menulisnya menjajar ke pinggir diapit pipa atau garis.

Nah itulah ulasan sekilas tentang aksara Sunda swara, ngalagena, rarangkén, dan angka atau pangwilang.(*/bbs)

Sumber dan gambar: humas.bandung.go.id

Berikan Komentar Kalian

Back to top button