Nasional

Antisipasi Penularan Mutasi Virus Corona Asal Inggris, Satgas Minta Masyarakat Perketat Prokes Covid-19

CIANJURTODAY.COM, Jakarta – Menyusul diumumkannya temuan dua kasus mutasi virus corona asal Inggris atau B.1.1.7, pemerintah pun mulai memperketat berbagai celah pintu masuk bagi para pendatang yang akan memasuki Indonesia.

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, pihaknya akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kedatangan dari luar negeri untuk mencegah penyebaran mutasi virus corona B.1.1.7.

“Selanjutnya merupakan tanggung jawab kita semua mencegah penularan terjadi di masyarakat dengan disiplin melakukan protokol kesehatan,” ujar Wiku dalam keterangan tertulis, Rabu (3/2/2021).

Wiku mengaku siap melakukan perubahan kebijakan terkait perjalanan internasional apabila diperlukan. Selain itu, ia mengatakan, disiplin protokol kesehatan harus lebih digalakkan agar masyarakat bahu membahu memutus penularan virus corona.

“Masyarakat diminta tidak memandang vaksin sebagai solusi mutlak mengatasi pandemi. Meskipun vaksin memang dapat menyelamatkan nyawa, namun perubahan perilaku harus menjadi fondasi utama menghentikan penularan virus,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wiku menekankan, agar semua pihak tetap waspada terhadap penularan virus corona. Sebab, berdasarkan analisis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara, Amerika, Eropa dan Mediterania Timur mengalami kenaikan kasus Covid-19.

“Besar kemungkinan kenaikan kasus global ini terjadi karena disiplin protokol kesehatan di banyak negara mulai mengendur karena terlena dengan kedatangan vaksin,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono mengkonfirmasi, mutasi virus corona dari Inggris atau B.1.1.7 sudah masuk ke Indonesia. Dante mengatakan, sudah ditemukan dua kasus Covid-19 dengan mutasi virus corona tipe B.1.1.7 tersebut.

“Tadi malam saya mendapatkan informasi bahwa dalam tepat satu tahun hari ini kita menemukan mutasi B.1.1.7 UK di Indonesia, ini fresh from the oven baru tadi malam ditemukan dua kasus,” kata Dante, Selasa (2/3/2021).

Diketahui, setidaknya delapan negara bagian AS dan 33 negara telah mengidentifikasi varian baru B.1.1.7 tersebut, termasuk Singapura, India, Malaysia, hingga Korea Selatan.

Manager Insiden untuk respons Covid-19 dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Dr Henry Walke mengatakan, varian baru ini menyebar lebih cepat, sehingga dapat menyebabkan lebih banyak kasus dan membebani sistem perawatan kesehatan.

“Kita harus lebih waspada dalam tindakan pencegahan, untuk memperlambat penyebaran Covid-19,” tandasnya.(sis)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Enable Notifications OK No thanks