Today

APDESI Minta Suplier Cibeber Diputus Kerjasamanya

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Cianjur mendesak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur untuk tidak bekerja sama lagi dengan CV(supplier) pengadaan barang yang bermasalah pada Program Sembako. Hal ini dikarenakan barang yang disuplai supplier tersebut banyak yang tidak sesuai dan tidak layak.

“Selain tidak layak, proses pengembalian atau penukaran barangnya itu juga susah. Seakan dipersulit. Banyak laporan yang masuk ke saya dari para kades dan warga desa,” tuturnya kepada Cianjur Today, Selasa (29/09/2020).

Ketua Apdesi Kabupaten Cianjur, Beni Irawan mengatakan, pihaknya kerap mendapatkan banyak laporan dari para Kepala Desa masyarakat mengenai masalah ini. Ia pun menyebut barang yang di suplay oleh beberapa supplier di cianjur kurang bagus kualitas nya.

Maka dari itu, pihaknya mendesak Dinsos Kabupaten Cianjur untuk memutus kerja sama dengan supplier penyedia barang Program Sembako dan e warong agar memutus kontrak ketika barakhir masa kontrak di bulan Desember. Karena malah menyulitkan masyarakat. Di tengah situasi seperti ini, menurutnya seharusnya masyarakat lebih dipermudah.

Rencana Mengundang Para Kades

DPC APDESI Kabupaten Cianjur berencana mengundang para Kepala Desa di wilayah Kabupaten Cianjur untuk membahas masalah kurang baiknya kwalitas barang yang di terima oleh KPM. DPC APDESI berencana pengeloaan barang Program Sembako nantinya bisa di kelola oleh BUMDES di masing masing Desa.

“Saya berharap para Kepala Desa bisa menyikapi permasalahan ini dan harus berusaha mengembangkan BUMDESnya ketimbang warga desa yang menerima Sembako atau KPM yg terlalu sering mengeluhkan jeleknya kualias beras atau parian lainnya,” paparnya.

“Saya ingin Dinsos berhentikan kerja sama dengan sulayer tetutama wilayah Kecamatan Cibeber, Campaka, Gekbrong, Karangtengah, Cianjur kota, Cilaku, Di tengah pandemi Covid-19 ini seharusnya masyarakat lebih dilayani dan diberi kemudahan bukan malah dipersulit,” katanya.

Selain itu, ia berharap, pelayanan bantuan kepada masyarakat bisa lebih diperhatikan dan disempurnakan. Sudah berbulan-bulan, ia menilai, bantuan harusnya sudah tidak ada masalah.

“Kalau dihitung pandemi itu dari Maret, bantuan pun sudah digencarkan, tapi selalu saja ada masalah. Seharusnya bisa terus disempurnakan,” kata dia.

Dengan demikian, katanya, ia berharap pemerintah mampu mendengarkan aspirasi masyarakat dan mampu bergerak cepat menangani masalah ini.

“Harapan masyarakat di situasi seperti ini hanya pemerintah. Semoga ke depannya bisa lebih disempurnakan lagi.” tukasnya.(afs)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Enable Notifications OK No thanks