Today

Awas Musim Hujan Ular Masuk Rumah, BankChand KorciTV Berbagi Tips

CIANJURTODAY.COM, CianjurYoutuber Cianjur, BankChand KorciTV berbagi tips agar ular tidak masuk rumah saat musim hujan seperti sekarang.

Ini penting diketahui, terutama bagi penduduk yang rumahnya dekat dengan habitat ular seperti kebun, sawah, sungai, dan lainnya.

Menurut Chand, penyebab ular masuk ke dalam rumah bisa saja karena sebelum menjadi bangunan, daerah tersebut dulunya merupakan habitat ular.

Selain itu, di musim hujan seperti sekarang ular biasanya mencari tempat kering yang tidak terkena hujan. Salah satunya dengan memasuki rumah.

“Bisa saja karena kehujanan lobangnya pun kena banjir, jadi masuk ke rumah mencari tempat yang lebih kering,” tuturnya kepada Cianjur Today, Minggu (12/12/2021).

Selain itu, akhir tahun tepatnya di bulan Desember ini telur-telur biasanya ular akan menetas. Dengan begitu populasi ular akan semakin banyak.

“Jadi akhir tahun kebetulan salah satu waktu dimana setiap telur ular yang dikeluarkan pada bulan Agustus atau bulan Juli menetas. Karena untuk masa menetasnya ular itu sekitar empat sampai enam bulan,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap beberapa jenis ular yang rentan masuk ke dalam rumah.

Contoh ular berbisa dan berbahaya seperti ular weling, welang, kobra, viper, king kobra, gibuk, dan lainnya.

“Yang dikhawatirkan, naasnya ular-ular tersebut yang biasa di pekarangan rumah itu adalah ular ular yang berbahaya,” ungkapnya.

Tips Mencegah Ular Masuk Rumah

Cara mencegahnya, usahakan agar rumah selalu bersih dan rapi. Jangan ada daun-daun kering atau batu-batu.

Biasakan agar tumpukan barang-barang harus selalu dirapikan agar ular tidak nyaman berada di rumah.

“Usahakan di pinggir rumah juga diisi atau disemprotin sama yang wawangian kayak parfum, karbol, terus kamper. Karena ular gak suka sama yang wangi-wangi,” bebernya.

Jika terjadi kasus gigitan ular, BankChand KorciTV mengingatkan agar masyarakat jangan panik. Bawa langsung korban ke rumah sakit dan jangan banyak gerakan.

Hal yang tak kalah penting, kenali jenis ular apa yang mengigit agar tidak salah melakukan penanganan.

“Area yang tergigit juga jangan terlalu banyak gerak agar tidak terlalu cepat penyebarannya. Sambil cari tahu ular apa yang menggigit kita,” terangnya.

Di bulan Desember ini, Chand sendiri sudah mendapat tiga panggilan untuk mengevakuasi berbagai jenis ular oleh masyarakat.

“Permintaan rescue bulan ini udah ada tiga panggilan. Itu king kobra di daerah Cibaregbeg, ular kobra di daerah Cugenang, satu lagi ular sanca di Cimenteng,” pungkasnya.(ct9/rez)

Berikan Komentar Kalian

Back to top button