Gaya Hidup

Bahaya Cacingan pada Anak, Kenali Tanda-tanda dan Cara Mengatasinya!

CIANJURTODAY.COM – Bahaya cacingan pada anak tentu menjadi hal yang harus diwaspadai setiap orang tua. Kenali sejak dini tanda-tanda dan juga cara mengatasinya, yuk!

Cacingan adalah salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat Indonesia, terutama pada anak-anak.

Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak usia 5-10 tahun. Meski penyakit ini dapat diatasi dengan pemberian obat cacing, kemungkinan berulangnya infeksi ini akan terjadi lagi, apalagi jika tidak dilakukan tindakan pencegahan.

Penyakit cacingan terjadi ketika menempelnya telur cacing di tangan atau kaki anak tanpa sengaja.

Kemudian tertelan dan masuk ke dalam tubuh, itu merupakan salah satu cara penularan infeksi cacing yang paling sering pada anak.

Sebagian besar kasus cacingan bisa tidak menunjukkan tanda yang serius. Tapi di beberapa kondisi, ada tanda-tanda khas cacingan yang bisa dikenali, yakni:

  1. Gatal di sekitar anus, terutama pada malam hari.
  2. Gelisah atau tidak nyaman saat tidur, karena sering menggaruk di sekitar anus.
  3. Kemerahan atau iritasi kulit di sekitar anus.
  4. Mudah marah dan tersinggung.
  5. Sering merasa sakit perut.
  6. Kurang nafsu makan, sehingga bisa menyebabkan penurunan berat badan.
  7. Tidak hanya itu, beberapa jenis cacing juga bisa terlihat saat anak BAB atau pada anus anak.
  8. Salah satu jenis cacing terlihat seperti potongan-potongan kecil mirip benang putih dengan bentuk seperti staples yang berukuran sekitar 2-13 mm.

Bahaya Cacingan pada Anak

Masalah cacingan meski sepele, tapi ternyata dapat menghambat pertumbuhan dan kecerdasaan anak.

Sebab, cacing akan menyerap nutrisi pada tubuh si kecil, padahal nutrisi adalah faktor utama yang mendukung tumbuh kembang anak.

Kurangnya nutrisi pada anak tentu akan membuat potensi IQ nya menjadi berkurang.

Ia juga akan mudah lelah dan rentan terserang berbagai penyakit. Oleh karena itu, pentingnya orang tua melakukan pencegahan dengan menjalani pola hidup sehat dan bersih.

Pasalnya perkembangan cacing itu sangat cepat, seperti satu cacing akan bertelur sebanyak ratusan ribu. Nah, di bawah ini adalah bahaya cacingan pada anak:

  • Pertumbuhan anak terganggu. Infeksi cacing pada masa awal pertumbuhan dapat membuat berat dan tinggi badan di bawah rata-rata.
  • Perkembangan motorik dan kinerja kognitif anak jadi terganggu, sehingga kemampuan konsentrasi dan belajarnya menurun, dan membuat anak sulit berpretasi.
  • Potensi kecerdasaan anak menjadi berkurang dan tidak maksimal. Hal tersebut karena nutrisi yang harusnya diserap oleh otak diserap oleh cacing yang ada di dalam tubuh.
  • Anak menjadi kurang gizi, mudah sakit, lelah dan rewel, karena nutrisi makanannya diserap oleh cacing yang membuat nafsu makannya menurun.
  • Anak mengalami anemia karena cacing menghisap darah dalam tubuh.
  • Jika cacing sudah berkembang biak terlalu banyak di dalam tubuh, maka harus dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan cacing tersebut.
  • Keluarnya selaput lendir pada anus (pada infeksi cacing cambuk). Perlu diketahui, anak yang menderita cacingan kemungkinan tidak hanya “memelihara” satu jenis cacing saja di dalam tubuhnya, namun bisa dua sampai tiga jenis.

Misalnya, cacing gelang, cacing tambang, cacing cambuk, dan cacing kremi. Jika sudah parah harus dioperasi karena cacing bisa membuat usus pecah juga bisa menghambat usus sehingga buntu.

Padahal, penyakit cacingan sebenarnya bisa dicegah dengan mudah, yakni dengan menjaga kebersihan perorangan dan juga lingkungan.

Cara Mengatasi Cacingan pada Anak

Pada dasarnya, cara untuk menanggulangi cacingan adalah memutuskan mata rantai penularan cacingan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta mengonsumsi obat cacing.

Penerapan pola hidup bersih dan sehat dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:

  • Rutin Mencuci Tangan dengan Sabun

Ajari anak untuk mencuci tangan dengan benar, untuk mengurangi risiko terkena atau menyebarkan telur cacing.

Biasakan anak untuk mencuci tangan, terutama setelah bermain, sebelum dan sesudah menggunakan kamar mandi, serta sebelum dan sesudah makan.

  • Selalu Memakai Pakaian Bersih

Biasakan juga anak untuk selalu mengenakan pakaian bersih dan mengganti pakaian setiap hari.

  • Potong kuku ketika sudah panjang.

Potong kuku anak secara rutin, apalagi jika sudah panjang, sehingga tidak ada cukup ruang untuk pertumbuhan telur cacing.

  • Menggunakan Alas Kaki

saat anak bermain dan keluar rumah, gunakan alas kaki yang bersih dan nyaman. Hal ini untuk mengurangi risiko penularan infeksi cacing pada anak.

  • Cuci Pakaian dengan Air Panas

Bisa juga menggunakan air panas untuk mencuci seprai, pakaian tidur, pakaian dalam, dan handuk, untuk membunuh telur cacing yang mungkin menempel.

Kemudian, keringkan di atas terik matahari atau mesin pengering dengan suhu panas.

Selain itu, sebisa mungkin cegah anak untuk menggaruk anus jika terasa gatal, dan perhatikan kebersihan makanan yang dikonsumsi.

Selanjutnya, jika anak tampak mengalami gejala cacingan, pemberian obat cacing dapat menjadi solusinya.

Beberapa jenis obat cacing yang dapat dipilih adalah mebendazole, albendazole, dan pyrantel pamoate.

Jika Anda melihat tanda-tanda cacingan pada anak, disarankan untuk periksa ke dokter.

Di atas tadi adalah bahaya cacingan pada anak, tanda-tanda dan cara mengatasinya, semoga bermanfaat.(ct7/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button