TODAY

Begini Cara Baznas Cianjur Bangun ‘Public Trust’

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cianjur, terus membangun kepercayaan publik lewat program-program unggulan yang menyentuh masyarakat. Hal ini menjadi dasar agar Baznas Cianjur lebih maju, dipercaya untuk keberkahan dan kesejahteraan umat.

Berbagai upaya untuk kesuksesan sejumlah program di antaranya adalah sosialisasi program Baznas secara terus menerus ke seluruh lapisan masyarakat. Menerapkan sistem manajemen yang amanah, profesional, akuntabilitas, dan transparan.

Tekad dan harapan itu dikemukakan oleh Ketua Baznas Kabupaten Cianjur, H. Yosef Umar, melalui Wakil Ketua Baznas 4/Humas, Hilman Saukani. Terdapat Lima Grand Program Baznas Cianjur yang digulirkan.

Kelima program unggulan yang dimaksud, yaitu Cianjur Cerdas, meliputi bantuan pendidikan bagi anak-anak sekolah kurang mampu yang terancam putus sekolah.

“Jadi itu dari mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, bahkan sampai S1. Kalau S2 tidak masuk kategori karena dianggap sudah mampu,” jelasnya

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan ini, dapat menghubungi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan untuk mendapatkan rekomendasi.

Kedua, Program Cianjur Sehat (Program Kesehatan), melalui bantuan untuk pengobatan, dan kesehatan, bantuan untuk sarana kebersihan, bantuan jaminan kesehatan untuk ustad/ulama.

“Jadi bila masyarakat tidak mampu. Bayar tapi dia harus dirawat, dioperasi dan sebagainya, daripada mereka tidak tertolong ya paati kita bantu. Karena itu hak mereka, kami hanya dititipi saja dari muzakki untuk disalurkan kepada warga yang kurang mampu,” ujar Hilman.

Ketiga, Cianjur Taqwa, meliputi bantuan untuk kaderisasi ulama, bantuan sarana keagamaan, bantuan pengurus kesejahteraan masjid, bantuan dakwah, bantuan lembaga pengkajian Al-Qur’an, bantuan penanggulangan korban rentenir.

“Sesuai dengan program Kabupaten Cianjur, kita sejahterakan juga guru-guru ngaji. Karena kadang masyarakat suka abai, jarang yang mau ngasih upah untuk guru ngaji. Walaupun kita tahu guru-guru ngaji itu mengajar karena kewajiban menyebarkan ilmu. Nah disini program Baznas hadir untuk membantu mereka,” tuturnya kepada cianjurtoday.com

Keempat, Program Cianjur Makmur meliputi bantuan untuk modal usaha kelompok, bantuan modal usaha perorangan, bantuan untuk pelatihan keterampilan, bantuan untuk biaya pelatihan bagi yang akan memulai usaha.

“Banyak orang yang berusaha, karena tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga, jadi dia masuk kategori miskin. Apalagi yang fakir, tentu kita bantu modal. Ini diberikan ya, bukan dipinjamkan,” tegasnya.

Selain memberikan modal, para penerima bantuan juga dibina untuk mengembangkan usaha, dan dididik untuk mau berinfak.

“Ini agar kebaikan ini terus berlanjut ke orang lain. Jadi, dia kan bisa menyebarkan kebaikan dari hasil usahanya juga,” tambahnya

Kelima, Program Cianjur Peduli, meliputi bantuan untuk fakir, miskin, jompo dan yatim, bantuan untuk korban bencana alam, bantuan untuk rutilahu, ghorimin, muallaf dan ibnu sabil.

“Untuk kasus bantuan bencana, kita lebih banyak berkutat di recovery, jadi kalau bantuan awal itu kan pasti banyak pihak yang datang. Nah, Baznas Cianjur, lebih fokus bantuan untuk recovery warga yang baru tertimpa bemcana,” jelasnya lagi.

Program Pengumpulan Zakat Transparan

Menurut Hilman, yang tidak kalah pentignya adalah meningkatkan kualitas pelayanan Baznas kepada masyarakat, khususnya kepada muzaki/donator dan mustahik sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan yang penuh terhadap keberadaan Baznas.

“Melalui optimalisasi pengempulan secara terukur, optimalisasi pendistribusian dan pendayagunaan demi mengurangi kesenjangan sosial, pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan umat dapat tercapai,” ujar Hilman.
Baznas cianjur juga mengedepankan transparansi dalam penyaluran zakat. Hal ini sebagai informasi kepada para donatur atau muzaki kemana zakat mereka disalurkan.
“Jadi kita buat laporannya agar para muzakki dapat mengetahui. Ini juga agar kepercayaan mereka untuk menyalurkan zakat ke Baznas meningkat,” jelasnya.
Dalam pelayanan pengumpulan, para muzaki, munfik, mutashodduq, dan para donator lainnnya dalam menyalurkan sebagian hartanya melalui kantor Baznas atau unit pengumpul zakat (UPZ) yang ada di setiap kantor dan kecamatan.

Selain itu, petugas UPZ atau petugas Baznas melakukan penjemputan,”Atau bisa juga menyalurkannya melalui bank yang telah ditunjuk Baznas, kantor layanan zis, kupon infaq, kontak amal yang disebar oleh Baznas atau UPZ,” pungkas Hilman. (arm)

Reporter : Ario Rosmana

Baca Selengkapnya

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Close
Close

Matikan Blok Iklan Untuk Melihat Berita Kami

Dukung Kami Dengan Tidak Menutup Iklan