Today

Bekas Pasar Ciranjang yang Kebakaran Diserbu Gerombolan Lalat

CIANJURTODAY.COM, Ciranjang – Lokasi bekas kebakaran di Pasar Ciranjang Kabupaten Cianjur diserbu gerombolan lalat. Hal itu merepotkan pengunjung dan pedagang pasar, termasuk masyarakat sekitar. Datanganya gerombolan lalat berasal dari tumpukan sampah bekas reruntuhan pasar yang belum dibersihkan.

Salah seorang pedagang Pasar Ciranjang, Wahyudin (50), menjelaskan, setelah terjadinya kebakaran, para pedang direpotkan dengan banyaknya lalat yang hinggap di barang dagangan. Pedagang pun berusaha mengusir lalat dengan alat seadanya.

“Selain sibuk melayani pembeli, para pedagang sibuk mengusir gerombolan lalat menggunakan alat seadanya,” kata Wahyudin kepada Cianjur Today, Selasa (1/9/2020).

Ia menambahkan, lalat tersebut muncul dari bau busuk di sekitar lokasi kebakaran. “Datangnya gerombolan lalat dari adanya bau busuk yang berasal dari tumpukan sampah bekas kebakaran,” tambahnya.

K5 Tak Punya Kewenangan

Ketua RW 03 Kampung Asrama Polisi Ciranjang, Iwan, menambahkan, lalat tidak hanya menyerbu di pasar saja. Namun sudah masuk ke rumah penduduk di sekitar lingkungan pasar.

“Seperti halnya rumah warga Kampung Pasir Asem RW 13, Pasir Kawung RW 18, dan Kp Asrama Polisi RW 03. Seluruh warga sekarang itu disibukkan dengan banyaknya lalat yang berasal dari pasar,” ujarnya.

Dengan adanya itu, ia berharap pada pengelola pasar, pemerintah desa, kecamatan, maupun Pemkab Cianjur untuk membuang sampah bekas kebakaran yang menjadi pemicu banyaknya lalat.

“Lalat sebagai binatang pemicu datangnya penyakit bagi manusia yang nampak terlihat jelas dengan kasat mata seakan dibiarkan. Tapi Covid-19 yang tidak terlihat bentuknya, seluruh masyarakat diwajibkan menggunakan masker, semprot, dan diharuskan mematuhi protokoler kesetan Covid-19,” tambahnya.

Ketua K5 Pasar Ciranjang, Oni Saproni, membenarkan banyaknya lalat dipicu tumpukan sampah bekas kebaran yang belum dibuang. Berkaca dari kejadian lima tahun lalu, satu hari setelah kebakaran seluruh sampah langsung dibuang dan dibersihkan.

Hasilnya, tidak ada serangan lalat ke pasar. Berbeda dengan kejadian tahun ini. Sampah belum juga dibuang, maka lalat akan terus berdatangan dan menimbulkan penyakit bagi para pedagang, pengunjung, dan warga sekitar.

“Untuk membuang sampah bekas keabaran, K5 Pasar Ciranjang itu tidak punya kewenangan melainkan pihak pemerintah. Kecuali diperintah oleh pihak dinas pasar dengan bukti autentik,” tutupnya.(ct5/rez)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Enable Notifications OK No thanks