Today

Belasan Ribu Wanita Cianjur Positif Hamil, DPPKBP3A: Jaga Pengaturan Kelahiran

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Puluhan ribu wanita di Kabupaten Cianjur positif hamil. Angka kehamilan tidak melonjak seperti di daerah lain selama masa New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di tengah Pandemi Covid-19. Hal ini menunjukan bahwa pandemi Covid-19 tidak berpengaruh bagi angka kehamilan di Kabupaten Cianjur.

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur memberikan ata statistik rutin. Angka kehamilan di tahun 2020 selama bulan Januari hingga Mei mengalami penurunan.

Di bulan Januari, ada 20.260, Februari ada 20.520, dan Maret ada 19.994. Selanjutnya di bulan April ada 19.089 dan Mei ada 18.342 kehamilan. Angka tersebut dinilai menurun dari angka kehamilan di tahun 2019.

Pada tahun 2019, di bulan Januari ada 20.146, Februari 20.413, dan Maret 20.110. Di bulan April ada 20.322 dan Mei 2019 19.932 kehamilan.

Kasi Pengendalian Penduduk, Data, dan Informasi Keluarga DPPKB Kabupaten Cianjur, Endang Suryana, mengatakan banyak anggapan bahwa ketika masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Work From Home (WFH) masyarakat sering melakukan hubungan suami istri. Namun yang dikhawatirkan justru angka perceraian yang meningkat.

“Tapi ada ketakutan berhubungan sebetulnya. Kalau misalkan masyarakat dianggap di masa pandemi ada kenaikan kehamilan, justru lebih condong ke rawan perceraian karena ada dampak ekonomi karena Covid-19.” ujarnya ketika ditemui Cianjur Today di Kantor DPPKB Cianjur, Selasa (23/06/2020).

Jaga Pengaturan Kelahiran

Data angka kehamilan di Cianjur bisa diperoleh ketika usia kandungan tiga bulan. Sebab, di usia tiga bulan, ciri-ciri seperti mual dan lain sebagainya itu akan terlihat.

“Karena ciri-ciri kehamilan itu ada di usia tiga bulan. Jika di Juni dan Juli ada kenaikan, maka mungkin itu penyebabnya. Yang saya khawatirkan itu perceraian, dikhawatirkan angka perceraian meningkat dengan dampak pandemi ini. Kalau kehamilan dari data belum ada dampaknya,” ucap dia.

Dengan demikian, ia mengimbau kepada para pasangan suami istri (pasutri) untuk disiplin dan menjaga kehamilan. Endang menganjurkan masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi.

“Masyarakat tetep jaga jarak, menjaga kehamilan, tetap disiplin. Kalau misalkan pasangan usia subur menggunakan KB dengan alat kontrasepsi MJP itu aman. Tapi kalau misalkan pasangan memakai kontrasepsi non-MJP itu harus disiplin, kalau pil ya setiap hari dipakai. Tetep dianjurkan jaga kesehatan jaga pengaturan kelahiran karena dengan itu keluarga kita bisa berkualitas.” tutupnya.(afs/rez)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Enable Notifications OK No thanks