Today

Berdarah-darah! Kronologi Warga Nagrak Cianjur Dikeroyok hingga Dibacok Oknum Debt Collector

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Irvan Budiman, warga Kampung Warguluyu, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur dikeroyok hingga dibacok oknum debt collector.

Pengeroyokan ini terjadi di salah satu mini market Kecamatan Haurwangi pada Rabu (7/4/2021) lalu.

Saat diwawancarai Cianjur Today, Irvan menuturkan kronologis pengeroyokan dan pembacokan yang dilakukan beberapa debt collector itu.

Mulanya, sekitar jam 15.30 istri korban disetop di Haurwangi oleh enam orang menggunakan empat motor yang mengaku dari salah satu leasing.

Para pria yang mengaku debt collector itu mengatakan akan menarik motor Honda PCX yang dikendarai oleh istri Irvan.

Mengetahui hal itu, Irvan pun meminta istrinya agar segera melarikan diri dan meminta perlindungan di kantor polisi terdekat.

“Lalu istri saya segera melarikan diri dengan mengebut ke arah kantor Polsek Ciranjang dan dibuntuti oleh orang orang tersebut.

Istri saya segera melaporkan kepada petugas jaga sekitar jam 15.45 di Polsek Ciranjang,” paparnya, Sabtu (10/4/2021).

Irvan mengatakan, laporan istrinya diterima oleh petugas jaga secara lisan.

Hal ini dikarenakan menurut petugas jaga di sana, seharusnya melaporkan permasalahan tersebut ke wilayah hukum Polsek Bojongpicung karena lokasi awal di Bojongpicung.

Setelah laporan tersebut selesai, barulah istri Irvan berpamitan sambil menunggu sang suami menjemput.

“Selang beberapa menit saya tiba di Polsek Ciranjang dan menjemput istri saya. Sesaat keluar dari polsek, saya melihat beberapa orang tengah mengawasi motor yang dipakai istri saya.

Lalu saya menghampiri mereka dan mempertanyakan kenapa alasannya motor saya sampai diestop? Lalu mereka bilang ‘bapak silahkan berbicara dengan pimpinan kami di Cipeuyeum’,” tambahnya.

Bermaksud untuk klarifikasi, maka Irvan bersama istri dan temannya menemui para pemagih itu di daerah Cipeuyeum sekitat rel kereta api, tepatnya di parkiran salah satu mini market.

Kedatangan Irvan ternyata sudah ditunggu-tunggu.

“Mereka sudah menunggu kami, maka saya segera turun dan menemui mereka. Serta mempertanyakan alasan mereka memberhentikan kendaraan istri saya,” tambahnya.

Irvan Dikeroyok dan Dibacok

Sesaat kemudian, kata Irvan, salah satu di antara collector itu mengatakan bahwa motor Honda PCX Nopol F 2222 XU adalah motor tunggakan yang harus segera diselesaikan ke perusahaan leasing.

Selain itu, motor harus ditinggal di lokasi sebelum Irvan bisa menyelesaikan.

“Namun saya menolak tegas karena motor tersebut bukan motor cicilan, melainkan motor lunas yang saya beli secara lunas. Bahkan STNK dan BPKB pun sudah di-BBN atas nama saya,” tutur Irvan.

Namun, para pelaku bersikeras bahwa motor harus disimpan. Adu mulut pun tidak bisa dihindarkan karena korban merasa bahwa kendaraan tersebut sudah tidak ada hubungannya dengan leasing manapun.

Di sanalah ia dikeroyok hingga dibacok para oknum debt collector.

“Lalu salah satu anggota leassing tersebut menghantamkan kepalanya ke arah kepala saya. Saya pun sontak melawan balik.

Tanpa disadari setelah saya melawan orang yang memukul saya, saya dikeroyok dan dihantam oleh helm dan batu,” paparnya.

Irvan mengaku sempat mencoba melarikan diri. Namun dari belakang ada seseorang yang menghantamnya dengan menggunakan golok.

Sesaat ia pun terjatuh dan dihantam kembali menggunakan batu hingga pipa besi.

“Lalu salah satu di antara mereka mengayunkan kembali golok ke arah saya, namun dia terjatuh dan goloknya berhasil saya rebut.

Dan saya mengejar mereka semua dengan mengayunkan golok ke arah mereka. Ketika mereka melarikan diri, saya berhasil mengamankan diri ke kantor KCD Haurwangi dan memberitahu teman-teman saya untuk menjemput,” bebernya.

Irvan pun dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan dan pengobatan. Sampai akhirnya kepolisaian datang dan menanyakan kronologis kejadian.

“Kasus sepenuhnya sudah saya limpahkan ke kopilisian untuk diproses secara hukum. Alhamdulillah lima tersangka sudah berhasil ditangkap oleh jajaran Polres Cianjur,” cetusnya.

Bagian kepala dan muka korban mengalami luka. Kini korban sudah berada di rumahnya. Kondisinya pun mulai membaik. “Tinggal luka jahitan di kepala sama bibir yang masih kerasa sakit,” tandasnya.(ct10/rez)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button