Nasional

BNPB: Memakai Strap Mask Memiliki Risiko Tinggi Tularkan Virus!

CIANJURTODAY.COM, Jakarta – Siapa sih yang belum tahu strap mask? Itu tuh, tali masker yang kini tengah populer di masyarakat. Selain sudah menjadi bagian dari fesyen, tali masker juga dianggap mempermudah penggunaan masker saat beraktivitas.

Saat harus membuka masker, pengguna bisa cukup menggantungkan maskernya di leher dengan bantuan tali tersebut. Meski terlihat modis, namun ternyata penggunaan tali masker tak sepenuhnya bermanfaat, karena penggunaan tali justru berisiko menularkan virus.

“Sebenarnya, bagian dalam masker itu tidak boleh kontak dengan lain-lain, kecuali dengan bagian tubuh,” ungkap Alexander dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube BNPB, beberapa waktu lalu.

Saat digantung, lanjutnya, masker akan mengenai pakaian, yang bisa jadi terkontaminasi virus. Padahal, aturan yang benar adalah bahwa masker tak boleh bersentuhan dengan benda apa pun, kecuali bagian tubuh.

Masker, lanjut Alexander, tak seharusnya terlalu sering dilepas-pasang. Pasalnya, sangat mungkin ada virus yang menempel di permukaannya. Saat disentuh, tangan yang terkena bagian terkontaminasi akan menularkan virus ke hidung atau mata saat menyentuh wajah.

“Naik turunnya masker itu yang kita khawatirkan, terlebih jika jari-jari kita menyentuh bagian luar masker, karena justru beresiko menularkan virus,” kata Alexander.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh dokter spesialis paru-paru, Erlang Samoedro,

“Justru berbahaya, karena lapisan luar yang berhubungan dengan udara luar jadi bisa terkena kulit atau terpegang oleh tangan. Terus, nanti tangan menyentuh mata hidung,” ujar dokter spesialis paru-paru, Erlang Samoedro, dikutip Cianjur Today, Kamis (25/2/2021).

Dengan alur sedemikian rupa, lanjutnya, penggunaan tali masker justru akan menambah atau memicu risiko penularan virus corona penyebab Covid-19.

“Di tengah aktivitas sehari-hari seseorang memang tak bisa terus menerus menggunakan masker. Seseorang tetap perlu melepas masker, misalnya saat makan pada jam istirahat kerja,” terangnya.

Mengatasi hal tersebut, alih-alih menggunakan tali masker, Erlang menyarankan masyarakat untuk selalu menyiapkan beberapa masker saat beraktivitas di luar rumah. “Saat aktivitas, sebaiknya punya beberapa masker,” jelasnya.

Karena menurutnya, daripada menggantung masker lalu memakainya kembali, sebaiknya ganti saja masker yang digunakan. Terlebih, Erlang melanjutkan, masker yang basah, baik terkena air liur atau cairan keringat, perlu diganti. “Masker yang sudah basah tidak bisa berfungsi dengan baik,” paparnya.

Erlang mengatakan, masker sebaiknya dipakai tidak lebih dari delapan jam. Lebih dari delapan jam, masker harus diganti. Anda juga tetap disarankan mengganti masker saat masker sudah terasa basah meski belum habis delapan jam penggunaan.

“Iya, (kalau sudah basah) harus diganti, dan maksimal penggunaan (masker) sebaiknya tidak lebih dari delapan jam,” pungkasnya.(sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Dukung kami dengan Matikan Adblock

Please consider supporting us by disabling your ad blocker