Today

BNPB Soal Distribusi Logistik Gempa Cianjur: Jangan Bergerak Sendiri-Sendiri 

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan skema pendistribusian donasi distribusi logistik dampak bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur. Terlebih, banyak relawan yang dinilai bergerak sendiri-sendiri sehingga mengakibatkan kemacetan dan menghambat proses pencarian korban.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, ada 14 titik pengungsian utama. Di titik-titik ini, akan disiapkan berbagai kebutuhan masyarakat sehingga progresnya semakin baik setiap harinya. 

“Baik tenda, dapur umum, MCK dan sanitasi lainnya,” ungkap dia dalam konferensi pers yang digelar di Pendopo Cianjur, Rabu (23/11/2022).

Bagi masyarakat terdampak gempa Cianjur yang masih menggunakan tenda darurat di sekitar rumahnya, akan diimbau bergeser ke pengungsian utama. “Kalau tidak, kami juga akan tetap membantu menyiapkan tenda yang lebih baik,” ucap Suharyanto.

Dalam menertibkan pendistribusian logistik, ada dua gudang yang disediakan. Pertama, gudang BPBD Cianjur dan gudang Bale Rancage. Bantuan dari mana pun, kata Suharyanto, diharapkan disimpan di posko utama yaitu Pendopo Cianjur.

“Kemudian logistik akan disalurkan atau disimpan di gudang BPBD dan Bale Rancage,” kata dia.

BACA JUGA: Update Gempa Cianjur: Korban Meninggal dan Daerah Terdampak Bertambah

Setiap pukul 08.00 Wib, lanjut Suharyanto, para camat sudah mengajukan kebutuhan di masing-masing kecamatannya. Kemudian, pada pukul 09.00, Dinas Perhubungan (dishub) Cianjur dan Jawa Barat bersama, TNI/Polri, BNPB, dan BPBD, akan menyiapkan armada truk. 

“Sehingga logistik pagi-pagi didorong ke kantor camat masing-masing. Kemudian, para kepala desa dibantu babinsa dan babinkamtibmas, langsung mendistribusikan ke titik pengungsian,” jelas dia.

Dengan skema tersebut, kata dia, tidak ada lagi warga yang di satu sisi mendapat logistik, dan di sisi lainnya tidak dapat. Sebab, nanti yang bermain di lapangan adalah kepala desa, babinsa, dan babinkamtibmas yang memahami kondisi lapangan masing-masing.

Sementara, untuk kekurangan logistik akan dilaporkan secara berjenjang. Hal ini pun dilakukan untuk berjaga-jaga supaya pendistribusian logistik tidak menghambat evakuasi dan pencarian korban.

“Jangan bergerak sendiri-sendiri, karena cuaca juga hujan, jalanan becek, dan daerah bencana ini rata-rata jalannya kecil, jadi numpuk macet. Hari ini ada beberapa keluhan, pasukan evakuasi tidak bisa bergerak leluasa karena terhambat ketika menuju sasaran,” ucap dia.

Selain itu, kata dia, banyak masyarakat yang datan dari luar daerah masuk ke lokasi bencana seolah-olah bencana gempa Cianjur ini menjadi tontonan. Jangan sampai, lanjut Suharyanto, kegiatan tersebut mengganggu proses penanganan masyarakat yang terdampak bencana.

“Tadi kami sudah berkoordinasi dengan TNI Polri, ini akan ditertibkan dan dibersihkan,” tegas dia.(afs

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Enable Notifications OK No thanks