Today

Broken Home, jadi Alasan Makin Banyaknya Anak Jalanan

CIANJURTODAY.COM, Karangtengah – Tingginya jumlah anak jalanan (anjal) di Kabupaten Cianjur didominasi oleh kondisi keluarga yang tidak harmonis, alias broken home. Hal tersebut diungkapkan Staf Rumah Singgah dan Rehabilitasi Sosial, Iwan Rhidwan. Menurutnya, peran orangtua dan kondisi keluarga sangat berpengaruh besar dalam membentuk karakter serta perilaku mereka di masyarakat.

“Hingga sebelum pandemi Covid 19 ini ada sekitar 30 orang anjal yang kami tangani. Mereka rata-rata terjaring oleh penertiban Satpol PP yang dilimpahkan langsung ke rumah singgah ini,” ujarnya kepada Cianjur Today, Selasa (20/10/2020).

Ridwan menjelaskan, rata-rata anjal tinggal di rumah singgah ini selama tiga hari dan dilimpahkan ke tempat rehabilitasi untuk diberikan pengarahan. “Usia anak-anak yang terjaring ialah antara 15 hingga 20 tahunan, yakni usia masa sekolah. Namun karena kondisi keluarga broken home, mereka lebih memilih menjadi anak jalanan dan kebanyakan menjadi pengamen,” paparnya.

Ia menuturkan, pihaknya pun getol mencari data orangtua dari anak-anak tersebut. Apabila datanya sudah ada, setelah direhabilitasi langsung dikembalikan kepada orang tuanya. Namun, tidak sedikit juga anak yang menolak untuk pulang.

“Kadang si anak enggan pulang ke rumah. Misalnya karena takut dimarahi ayahnya. Di situlah peran kami menjadi mediator, supaya anak-anak ini mau pulang ke rumah,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Rumah Singgah dan Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Cianjur, Ari Prabowo. Ia mengungkapkan, di rumah singgah ini selain anjal, pihaknya menampung pula Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), dan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terjaring razia oleh Satpol PP.

“Selama masa pandemi ini kami belum menerima lagi anjal, ODGJ, dan PSK dikarenakan Satpol PP sedang fokus menangani pencegahan Covid-19,” singkatnya.(ian/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button