Today

Bupati Cianjur Akan Teruskan Aspirasi ke Pemerintah Pusat, SPN: Jangan Membohongi Buruh

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Bupati Cianjur H Herman Suherman menyatakan siap meneruskan aspirasi para buruh yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabuapten Cianjur, Senin (19/9/2022). Aksi itu merupakan protes penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi, pencabutan UU Omnibus Law, dan menaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK)

“Tanggapannya kita akan meneruskan kepada pemerintah pusat, lalu kita akan keinginan mereka,” ungkap Herman dihubungi Cianjur Today, Senin (19/9/2022).

Soal UMK, Herman mengatakan, kewenangan tersebut berada di tangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Pihaknya pun mengklaim sudah menyampaikan aspirasi para buruhk/

“Itu kewenangannya gubernur kita teruskan ke pak gubernur apapun sudah disampaikan, sama seperti daerah lain,” ucap dia.

BACA JUGA: Dorong Pagar Hingga Dinding Pendopo Pecah, Buruh Cianjur Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi
Dorong Pagar Hingga Dinding Pendopo Pecah, Buruh Cianjur Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi
Dorong Pagar Hingga Dinding Pendopo Pecah, Buruh Cianjur Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi.(Foto: Cianjur Today)

Sementara itu, Ketua Serikat Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Cianjur Hendra Malik berharap, Bupati Cianjur H Herman Suherman tidak berbohong dan bisa menyampaikan aspirasi buruh.

“Saya berharap apa yang disampaikan bupati benar-benar bisa dilaksanakan, tidak hanya rilisan saja, tetapi surat yang tadi disampaikan benar-benar dikirimkan ke provinsi dan ditembuskan ke pusat,” kata dia.

Untuk membuktikan keseriusan Bupati Cianjur H Herman Suherman, Hendra menjelaskan, pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa di tingkat provinsi pada 21 September 2022 mendatang. Pihaknya akan menanyakan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, apakah benar Bupati Cianjur menyampaikan aspirasi buruh.

“Hari Rabu kita akan aksi di provinsi,, kita akan tanya ke Gubernur, kalau tidak dikirim, berarti bupati telah membohongi buruh. Kami minta jangan membohongi buruh,” ungkap dia.

Hendra menjelaskan, tahun ini minimal UMK Cianjur bisa naik 15 persen menjadi sekitar Rp3,1 juta. Akan tetapi, menurutnya, upah tersebut hanya bisa memenuhi buruh lajang yang belum berkeluarga.

“Sementara masih belum bisa memenuhi buruh yang sudah berkeluarga dan kita sudah tertinggal jauh,” tutup dia.(afs)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami