Today

Cerita Bocah SD Jualan Kue di Pemalang, Ingin Bertemu Ayahnya di Cianjur

CIANJURTODAY.COM, Pemalang – Endrianto Asep, bocah kelas 3 SD di Desa Loning, RT 06/RW 01, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah sangat ingin bertemu ayahnya di Cianjur, Jawa Barat. Ia pun rela menukar waktu bermain dengan menjajakan kue risoles demi menopang kebutuhan keluarga dan bertemu ayahnya.

Kini, ia tinggal bersama kakek, nenek, sepupu, dan budhenya yang bernama Idha Sunoto. Mereka tinggal di rumah yang cukup sederhana.

Kedua orangtuanya telah lama bercerai. Endri pun mengaku tidak pernah bertemu ayah kandungnya, sedangkan ibunya telah enam tahun tidak pulang karena ikut suami barunya di Bandung. Kini Endri hanya memandangi wajah bapaknya melalui album foto saja.

Sempat ke Cianjur, Tapi..

Budhe Endri, Idha Sunoto, bercerita, keinginan Endri bertemu bapak kandungnya kuat sekali. Dia pun sempat menabung untuk ongkos ke Cianjur.

“Kemarin sebelum dikhitan, Endri bilang pingin ketemu bapak dulu, akhirnya saya antar ke sana,” katanya seperti dikutip dari Radar Tegal.

Namun selama satu hari satu malam di Cianjur, mereka tidak ketemu ayah Endri. Hanya berbekal alamat yang tidak jelas, mereka hanya muter-muter saja.

“Katanya ayahnya di Cianjur Barat. Tapi kita ternyata nyarinya ke Cianjur Utara. Akhirnya tidak ketemu,” tambahnya.

Idha berkata, ibu kandung Endri sudah mengetahui aktivitas anaknya membantu berjualan. Namun ekonomi dia sendiri menurutnya sedang kesusahan, sehingga tidak bisa mengajak Endri tinggal dengannya.

Endri mengisahkan dirinya yang telah berjualan kue sejak sekitar setengah tahun yang lalu. Bahkan, jajanannya itu dibuat sendiri oleh neneknya, Casmiah, dibantu oleh Idha.

Pada mulanya, Endri melihat neneknya pulang berjualan dengan barang dagangan masih banyak dan merasa iba. Dari situlah kemudian Endri ingin membantu neneknya.

“Nenek pulang jualan tapi jajanannya masih banyak, terus aku bilang biar Endri bantuin berkeliling,” ucapnya.

Setelah itu, setiap pulang sekolah Endri rajin berjualan. Bocah itu keluar sendirian dengan keranjang berisi jajanan. Guna mengatasi terik matahari, Endri menutupi kepalanya dengan topi.

Endri berjualan dari Desa Loning sampai ke Desa Klareyan, Pegundan, bahkan ke Petarukan hanya dengan berjalan kaki. Apabila dihitung-hitung perjalanan Endri bisa lebih dari 10 km.

Bocah itu akan langsung menghampiri ketika ada pembeli yang memanggilnya. Masing-masing kid dihargai seribu. Uang-uang jualannya dia kumpulkan ke dalam plastik.

Namun, Endri mengaku menyukai aktivitasnya menjajakan kue karena dagangannya kerap habis. Terkadang Endri mendapat uang tambahan karena ada yang sengaja membayarnya dengan uang lebih.(ct1/bbs)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button