Today

Cerita Elf Cianjur – Bandung, Moda Transportasi yang ‘Melegenda’

CIANJURTODAY.COM, Ciranjang – Elf trayek Cianjur – Bandung menjadi salah satu moda transportasi legendaris yang pernah berjaya di tahun 1980-han. Kini keberadaannya masih eksis meskipun tergerus zaman.

Sekitar tahun 1980-han, moda transportasi ini cukup ngetren dan bergengsi. Saat itu, elf memang bersaing ketat dengan angkutan umum mobil colt dengan memiliki trayek Cianjur – Bandung. Namun mobil colt sejak pertengahan tahun 90-an mulai menghilang tanpa jejak.

Berbeda dengan elf yang kini masih bertahan dan hilir mudik meskipun tingal sedikit. Banyak pihak yang menyebut elf sabagi mobil legenda, yang terlihat ngetem di pinggir Jalan Raya Ciranjang Kabupaten Cianjur.

Elf ini tiap hari berangkat dari Ciranjang Kabupaten Cianjur ke Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Selain jumlahnya sedikit, jumlah penumpang pun menurun.

Seperti yang diucapkan salah seorang sopir elf bernama Nana (61). Pria yang merupakan warga Gunung Masigit, Padalarang, bercerita sudah menjadi sopir elf tahun 1979. Ia ikut bekerja menjadi kernet bersama sang paman dengan trayek Cianjur -Bandung.

Nana bertahan menjadi sopir elf karena kebuhan dan sudah terbiasa dengan elf. Kalau pindah kendaraan ia merasa kurang nyaman.

Pengasilah sopir elf kini jauh berbeda dengan zaman dulu. Nana mengaku dulu bisa mencapai 3-4 rit setiap hari, dengan jarak Cianjur sampai Ciroyom Bandung.

“Kalau sekarang sama 3 – 4 rit, tapi jaraknya dekat mulai dari Ciranjang sampai dengan Padalarang. Tentu saja penghasilannya juga menurun dan kondisi mobil sudah kurang menguntungkan,” ujarnya kepada Cianjur Today, baru-baru ini.

Tidak Semuanya Jalan Setiap Hari

Di tempat yang sama, sopir elf lainnya, Acum (63) punya cerita lain. Warga Kampung Sukamanah, Desa Neglasari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur itu mengatakan, armada elf Cianjur – Bandung dulu cukup banyak hampir mencapai 100 unit. Namun sekarang jumlahnya hanya tinggal 17 unit dan jarang seluruhnya beroperasi setiap hari.

“Paling hanya 15 unit tiap harinya turun ke jalan mengangkut penumpang,” tuturnya.

Dulunya, elf berangkat dari Terminal Joglo Cianjur ke Ciroyom Bandung. Banyak penumpang anak sekolah di Bandung atau Cianjur. “Saat itu belum ada angkot, berbeda dengan sekarang setiap jalur sudah padat dengan angkot,” ujarnya.

Ia mengatakan, penumpang elf kian menurun seiring banyaknya moda transportasi umum, kendaraan pribadi, atau transportasi berbasis online.

“Dulu para penumpang dari Ciranjang ke Cipeuyeum, Rajamandala, Cipatat, sudah pasti naik elf. Tapi sekarang bisa naik motor pribadi dan mobil pribadi, jadi penumpang menurun dan hasil pun menurun,” tuturnya.

Masih Punya Penumpang Setia

Meski begitu, elf masih punya penunpang setia. Seperti halnya Ujang Syarif Hidayat (59), warga Kampung Nyomplong, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Sejak tahun 1977 – 1981, ia pergi maupun pulang sekolah dari Cipatat ke Cianjur naik colt atau elf.

“Saat itu kalau naik elf benar bergengsi juga ongkos lebih murah dibanding mobil colt,” ungkapnya.

Sampai sekarang, kalau dari Cipatat ke Ciranjang, ia sudah pasti naik elf karena tidak ribet karena cukup naik satu kali. Selain dirinya, Ujang juga bercerita banyak warga lainnya yang masih mengandalkan elf untuk bepergian.

“Bila ingin ke Ciranjang sudah pasti naik elf, itu terjadi dari dulu hingga sekarang. Enak, nyaman, dan melegenda,” tandasnya.(ct5/rez)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Enable Notifications OK No thanks