CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Dugaan kasus penipuan paket Lebaran di Cianjur mencuat ke publik. Ini setelah puluhan hingga ratusan warga mendatangi sebuah rumah mewah di Kampung Tipar, Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, Jumat (31/7/2020) kemarin.

Massa yang didominasi emak-emak itu menggeruduk rumah HA alias AN, bos penyelenggara paket Lebaran untuk menagih janji-janjinya. Tak sedikit di antaranya yang menangis, karena sudah menanti berbulan-bulan namun paket yang dijanjikan tak kunjung datang.

UC atau UK, salah satunya. Ibu muda anak satu ini merasa menjadi korban dugaan penipuan paket Lebaran. Sebab, beberapa bulan laku paket dijanjikan cair namun meleset. Penyelenggara pun berjanji akan mencairkan pada 31 Juli 2020, namun sampai hari yang ditentukan tak kunjung cair.

UC menceritakan ia telah mengikuti program ini sejak tahun 2019. Ia telah membayar sejumlah uang setiap bulan pada reseller. Uang tersebut kemudian disalurkan ke ketua kelompok dan disetor ke bos berinisial AN. Paket yang dijanjikan fantastis, dari HP, emas, dan lainnya.

“Senilai Rp35 ribu per bulan. Dalam 12 bulan itu mendapatkan hasil seperti di foto, si reseller ngajak ade. Mulanya aku minat di paket lebaran senilai Rp60 ribu, tahun sekarang dapat HP, emas, terus barang lainnya,” ujarnya kepada Cianjur Today, Jumat (31/07/2020).

Ia dan para anggota lain dijanjikan paket Lebaran cair pada 20 Mei 2020. Namun diundur-undur dengan alasan adanya Covid-19. Penyelenggara paket pun membuat perjanjian bahwa seluruh paket akan cair hingga 31 Juli 2020.

Namun hingga waktu yang ditentukan, tak ada kepastian didapat para korban. Hingga akhirnya, puluhan hingga ratusan anggota paket Lebaran mendatangi rumah AN. Mereka mencari kepastian, namun tak ada kejelasan.

Langkah ke depannya, UC akan menagih ke reseller itu yang telah mengajaknya untuk program paket lebaran ini. Bahkan jika belum ada kepastian, mungkin akan menagih kepada ketuanya karena mereka yang meyakinkan akan tangung jawab.

Korban Terdiri Dari berbagai Kalangan

Sama halnya dengan IT, korban dugaan penipuan paket Lebaran di Cianjur. Ia menuturkan korban paket Lebaran cukup banyak. Bukan hanya ibu rumah tangga, namun sampai ke pejabat dan lintas daerah di Cianjur dan Sukabumi.

“Dari buruh pabrik, pejabat, pegawai negeri, ibu rumah tangga, rata-rata itu dari Sukabumi Kota, totalna dari pabrik, Cianjur dan sekitarnya,” kata IT.

IT mengaku mengikuti dua paket yaitu Lebaran 2019 dan bed cover. Namun, paket lebaran tahun ini belum cair. Hanya janji-janji yang didapatnya.

“Janjinya yang sekarang, kurban domba. Setorannya Rp15 ribu sebulan dapatnya Rp2 juta, kalau sapi Rp50 juta dapatnya Rp6 juta,” ujarnya.

Selain itu, ia menjelaskan, pencairan paket lebaran sempat diundur dan akan disatukan dengan paket lebaran. Dari awalnya menjanjikan tanggal 15, terus 18, terus 20, 25, terus ada kabar pembagian tanggal 30-31 dari Bu AN ke ketua. Namun tidak kunjung ada kabar, hingga akhirnya terjadi demo.

Ia pun akan melakukan pelaporan ke pihak berwenang terkait persoalan yang menimpanya. “Insya Allah laporan ke polisi tapi bingungnya tak ada bukti soalnya tiap setoran gak dikasih bukti apa-apa, paling bukti transfer.” tutupnya.

Beredar Rekaman Suara Perempuan, Diduga Bos Paket Lebaran

Sabtu (1/8/2020), rekaman suara yang diduga bos paket lebaran di Cianjur berinisial HA beredar di kalangan anggota, reseller, dan ketua paket. Dalam rekaman yang diduga merupakan bos paket lebaran, HA alias AN, menyatakan dirinya tengah mendapatkan ancaman bom sampai pembunuhan.

“Kepada para ketua semua, para reseller semua, harap sabar. Ibu akan selesaikan semua permasalahan ini saya gak kabur. Sebenarnya ada ancaman bom, ancaman pembunuhan ke saya dan ke warga,” tuturnya.

Dalam rekaman itu pun menyatakan, dirinya terpaksa menghindari ancaman-ancaman itu. Ia pun berjanji akan datang bersama pengacaranya.

“Saya terpaksa menghindar sementara. 2-3 hari lagi saya akan datar bersama pengacara saya. Tolong sabar jangan mengganggu, jangan bikin onar,” katanya.

Ia pun mengatakan, jika persoalan ini ingin diselesaikan, maka pemberitaan tentang penipuan paket lebaran di Cianjur harus dihapus.

“Dan kalau Anda ingin saya selesaikan tolong hapus itu di wartawan di infotainment, seolah-olah saya penipu. Tolong hapus dulu pemberitaan miring seperti itu,” katanya.

Dalam rekaman itu, ia merasa tak terima dan akan mengancam untuk menuntut balik jika ada yang melaporkan tentang dia. Ia pun memerintahkan warga yang berada di rumahnya untuk pulang.

“Saya gak akan terima dan akan tuntut balik yang melaporkan seperti itu. Tolong jangan seperti gak tahu pengetahuan. Saya akan pertanggung jawabkan. Sekarang pulang, gak ada gunanya di sana.” tukasnya.

Namun belum ada konfirmasi suara tersebut memang rekaman HA atau bukan, karena banyak anggota yang belum pernah mendengar suara atau melihat sosoknya. Sementara itu, salah seorang anggota paket Lebaran berinisial IR, menanggapi rekaman yang tersebar tersebut. Ia mengatakan, teman dari adiknya merupakan rekan terduga pelaku.

Jika rekaman tersebut benar, ia mengaku, akan kembali mendatangi rumah terduga pelaku dua hari kedepan. Namun, jika masih tidak ada pertanggungjawaban, maka ia akan melapor polisi.

“Saya mau datang dulu minta pertanggungjawaban. Tapi kalau teman-teman yang lain udah banyak yang melapor ke polisi,” katanya.

IR mengaku rugi hingga Rp50 juta. Para reseller pun terus menekan warga yang menyetor dengan berbagai iming-iming. “Si penerima uang juga banyak iming-iming, terus aja nagih dan nekan gitu.” tukasnya.(ct4/afs/rez)