Today

Cerita Pedagang Terdampak PPKM Darurat: Makan Sehari-hari Aja Susah

CIANJURTODAY.COM – Dampak PPKM Darurat dirasakan banyak pedagang di Cianjur. Selain harus kehilangan penghasilan, banyak kesulitan lain yang harus dihadapi.

Seperti halnya pedagang nasi di Jalan Gatot Mangkupraja Kecamagan Cianjur yang bernama Fitriani (47). Ia mengatakan sangat sulit berjualan di masa pandemi, apalagi ditambah aturan PPKM Darurat.

“Udah dua minggu sepi pembeli terpaksa harus tutup, karena kalau jual lauk pauk gak bisa lama. Sehari dua hari udah basi,” ujarnya, baru-baru ini.

Ia menambahkan, sebelum adanya PPKM biasanya penghasilan bisa Rp300 hingga Rp400 ribu. Namun karena kondisi sulit seperti ini, ia tidak bisa apa-apa. Kesulitannya bertambah karena suaminya sakit dan tertahan di Tasikmalaya tidak bisa pulang.

“Suami saya kerja di Tasikmalaya, tapi karena sakit dan gak bisa pulang jadi gak bisa kirim uang. Sementara sebisa mungkin bertahan hidup sendiri dengan modal sabar. Makan juga sehari sekali, itu juga dibantu tetangga yang kasih makan, kasih beras, ada juga yang kasih uang,” tambahnya.

Boro-boro Bayar Kontrakan

Fitri menambahkan, selain harus mempertahankan hidup, dirinya harus memikirkan bagaimana caranya bayar kontrakan per bulan.

“Ibu punya anak lima, semuanya tinggal di kontrakan milik orang lain kecuali anak yang dua sudah pisah rumah karena sudah nikah. Jadi total yang tinggal di sini ada lima orang. Ibu, bapak, sama tiga anak,” kata dia.

Dirinya bercerita sulit untuk bayar kontrakan, hingga nunggak satu tahun. Apalagi dalam aturan PPKM ini, bisa mempertahankan hidup juga sudah bersyukur.

“Gimana mau bayar kontrakan, makan sehari-hari aja susah makanya nunggak satu tahun. Sebulannya Rp650 ribu, tapi Alhamdulillah yang punya kontrakannya baik, mengerti kondisi sulit saat ini,” tambahnya.

Selain pedagang, Ai suparsih (71) lansia yang merupakan ibu dari sopir angkot mengatakan bahwa dirinya juga merasakan dampak PPKM Darurat.

“Anak saya supir angkot, kami hidup di kontrakan hanya bertiga ditambah cucu satu. Sangat sulit, makan juga paling sehari cuma satu kali, itu juga malam hari tunggu anak saya pulang bawa makan,” kata dia.(ct10/rez)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami