Today

Cerita Warga Cianjur di Jepang Saat Pandemi Corona

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Virus Corona atau Covid-19 masih menjadi wabah di hampir seluruh Negara di dunia. Saat ini beberapa Negara sudah memberlakukan lockdown atau penguncian untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Dengan demikian, banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini belum bisa keluar dari Negara yang memberlakukan lockdown.

Dyan Nursyamsi misalnya, warga Jalan Dr Muwardi, Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur. Ia merupakan siswa Shizuoka International Language School, Jepang.

Dyan berbagi kisahnya yang kini berada di Negeri Sakura di tengah pandemi Covid-19. “Situasi hampir sama dengan negara lain, pastinya lockdown. Jadi semuanya dilarang keluar masuk negara Jepang. Iya, kalau ada yang mau ke Jepang, di bandara terus dapet karantina selama dua atau tiga minggu” tuturnya kepada Cianjur Today, Jumat (27/03/2020).

Ketika tengah dihubungi Cianjur Today, Dyan mengaku baru pulang dari kerja paruh waktu yang dilakoninya. Ia pun mengungkapkan, situasi jalanan di Jepang saat ini masih seperti biasa. Ia pun mengungkapkan kekecewaannya karena Tokyo Olimpic 2020 diundur selama satu tahun.

“Situasi jalanan masih seperti biasa tidak ada yang berbeda dari hari-hari, bulan-bulan sebelum corona menyebar. Satu lagi, Tokyo Olimpic diundur satu tahun, gara-gara Corona jadi dipending,” kata dia.

Aktifitas Masyarakat Tak Banyak Berubah

Bahkan, ia mengungkapkan, aktifitas masyarakat Jepang tidak terlalu banyak berubah. Hal yang menjadi perbedanaan ialah, ketika masyarakat pergi ke luar rumah, pasti menggunakan masker.

“Contohnya ketika saya pergi ke swalayan hampir 99% orang-orang di sini pakai masker,” ungkapnya.

Ada sejumlah kendala yang dialaminya ketika bekerja saat pandemi Covid-19 ini mewabah di Jepang. Menurutnya, semua grafik perdagangan impor dan ekspor di Jepang menurun.

“Dalam hal jam kerja di jepang tidak ada perubahan akan tetapi setiap perusahaan punya solusi tersendiri,” ungkapnya.

Ia menceritakan, tempat ia bekerja bisa meliburkan karyawannya, namun masih diberi upah meskipun hanya setengah hari. “Jadi yang harusnya dia dapat gaji full sehari kalau kerja. Karena itu perintah dari perusahaan masih dapet gaji tapi setengahnya.” tutupnya.(afs/rez)

Berikan Komentar Kalian

Back to top button