PendidikanToday

Cianjur Zona Oranye, Pembelajaran Tatap Muka Belum Diizinkan di Semua Kecamatan

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Cianjur terancam tertunda kembali. Hal ini karena kasus Covid-19 yang kian meningkat.

Sebelumnya memang Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri mengenai PTM telah terbit. Namun dari surat tersebut dikembalikan kepada daerah kabupaten atau kota masing-masing. Jika tetap dilaksanakan, dikhawatirkan siswa terpapar Covid-19.

“PTM belum diizinkan karena anak-anak rentan. Ini berlaku semua kecamatan dan belajar secara daring. Selain itu Cianjur dalam zona oranye,” kata Bupati Cianjur, Herman Suherman, Senin (28/6/2021).

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Himam Haris mengungkapkan, kasus Covid-19 saat ini tengah memuncak. Namun sekolah tetap berupaya mempersiapkan protokol kesehatan (prokes).

“Tetap sekolah mempersiapkan protokol kesehatan karena melihat dari surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yang kembali diserahkan ke kabupaten serta kota masing-masing,” terangnya.

Himam mengungkapkan, secara prosedur nantinya setiap sekolah mengajukan ke Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 untuk mendapatkan rekomendasi.

Setiap desa menangani kesiapan SD yang dibimbing kordik serta pengawas dengan kehadiran 35-50 persen dari kelas 4 hingga kelas 6.

“Jika kondisi dua minggu mendatang baik, maka akan menyesuaikan. Jika buruk, maka kembali ditunda,” tambahnya.

Ia memanmbahkan, SMP dan SMA dimulai dengan orientasi siswa baru. Jika melihat kondisi bagus dilanjutkan dengan kelas 8 dan 9 dilaksanakan tetap protokol kesehatan.

Bahkan, tidak sedikit orang tua siswa sampai membuat surat pernyataan mengenai jaminan kesehatan anaknya dengan membuat surat pernyataan.

Pihaknya pun meminta kepada semua sekolah di Kabupaten Cianjur tidak sampai memaksa membuka pembelajaran tatap muka di Cianjur tanpa adanya rekomendasi.

“Proses PTM jangan sembarangan, karena mengandung resiko,” tandasnya.(afs/rez)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button