Today

Dahsyat! Bisnis Nyentrik Milik Warga Cirebon Ini Viral di Medsos, hingga Tembus Pasar China, Apa sih?

CIANJURTODAY.COM, Cirebon – Jika biasanya bisnis pakaian, makeup, atau kuliner adalah segmen usaha yang lebih disukai para kaum hawa, namun tidak bagi perempuan asal Cirebon bernama Ita Purwita (23). Ia lebih memilih usaha yang nyentrik yang tidak banyak orang ketahui, yaitu bisnis cicak kering.

Semua orang tentu pernah melihat cicak, hewan melata di atas tembok ini hampir ada di setiap rumah. Ternyata cicak jika diolah secara tepat, bisa memiliki nilai ekonomis tinggi. Itu pula yang kini dikembangkan Ita saat ini, bahkan usahanya ini sudah menembus pasar ekspor hingga ke negeri tirai bambu, China.

“Saya mengolah cicak bukan dalam kondisi hidup, tapi telah mati dan sudah dikeringkan. Ini ilmu dan usaha warisan turun temurun yang saya dapatkan dari ibu saya sejak 16 tahun lalu dan kemudian saya lanjutkan,” ungkap Ita dikutip Cianjur Today pada Rabu (16/12/2020).

Ita menyebut, cicak kering yang ia buat biasa digunakan untuk bahan baku obat tradisional. Salah satu negara yang memanfaatkan cicak sebagai obat tradisional adalah negara China yang memang terkenal dengan aneka resep herbal dan pengobatan alternatifnya.

“Cicak-cicak yang berhasil ditangkap lalu dimatikan dan dibersihkan dengan menggunakan air dan deterjen guna menghilangkan kotoran di badan dan getah yang dipakai untuk menangkapnya. Setelah itu, cicak dijemur di bawah sinar matahari sampai kering dan berwarna coklat kehitaman,” paparnya.

Cicak-cicak yang telah kering, lanjut Ita, kemudian dikemas rapih dalam bungkus plastik rapat. Satu kilogram cicak bisa dijual dengan harga Rp250 ribu.

“Biasanya untuk obat. Saya pakai semua bagian tubuh cicak, seperti langsung digiling. Ke China biasa kirimnya per bulan sebanyak satu kwintal dengan harga per Rp250 ribu per kilogram,” ucap Ita.

Ita mengaku mendapatkan cicaknya dari wilayah Cirebon dan sekitar Jawa Tengah. Sebelum dijual, cicak yang didapat dari pengepul melewati sejumlah proses agar bisa menjadi kering dan siap jual.

“Dapatnya dari wilayah Cirebon, kemudian Jawa Tengah. Itu ada pengepulnya. ‎Masih hidup kemudian kita keringkan. Kita rendam pakai sabun, nanti lama-lama mati sendiri, kemudian kita oven malam hari, paginya jemur di matahari biar lebih kering. Kemudian baru dijual,” jelas dia.

Dari bisnis ini, Ita mengaku meraup omzet hingga Rp5 juta per bulan. Dia berharap usaha yang dijalankannya terus berkembang dan bisa menjual cicak keringnya ke lebih banyak negara.

“Pendapatan kurang lebih Rp5 jutaan per bulan. Harapannya semoga bisa bisnis ini terus berkembang,” pungkasnya.(sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button