TODAY

Dewan Kesenian Cianjur (DKC), Riwayatmu Kini

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Gedung Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera) atau yang saat ini dikenal sebagai gedung Dewan Kesenian Cianjur (DKC) merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kabupaten Cianjur. Bangunan yang berada di Jalan Suroso dan tak jauh dari Alun-alun Cianjur ini, sempat menjadi sejarah ketika peristiwa G-30S/PKI sekitar tahun 1966 silam.

Bangunan ini awalnya merupakan sekolah yang dikelola warga keturunan Tionghoa bernama Teng Tjai. Bertepatan peristiwa G 30S/PKI tahun 1966, gejolak politik di Indonesia bergemuruh. Sebuah gerakan pemuda dan pelajar yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) mengambil alih bangunan ini.

Namun, gedung DKC kini tidak seperti dulu. Kondisinya seperti tak terawat. Sangat disayangkan mengingat sejarah bangunan itu begitu besar. Selain itu, berdasarkan informasi yang beredar, DKC tengah mengalami ketidakpastian dari Pemerintah Kabupaten Cianjur terkait pengaktifan kembali susunan Dewan Kesenian Cianjur (DKC). Seperti yang disampaikan Adam Jabbar, salah seorang pegiat seni Cianjur yang disebut-sebut menjadi Ketua Umum DKC yang baru

“Untuk klarifikasi, kan DKC ini disahkan oleh Pemkab. Namun, Plt Bupati belum memberikan kepastian. Memang pada awalnya saya yang dijadikan ketua, namun sampai saat ini belum ada SK. Jadi, sampai saat ini masih simpang siur nasib para seniman Cianjur” paparnya saat diwawancara di kediamannya, di Komplek Gombong Permai, Kamis (18/04/2019).

Hal yang sama disampaikan oleh Aki Dadan, salah seorang seniman senior DKC. Ia mengatakan, LKC (Lembaga Kesenian Cianjur) dan DKC saat ini sedang goyah.

“LKC dan DKC saat ini sedang goyah. Jadi tidak ada yang tahu tentang bagaimana kelangsungan DKC ini. Dulu, DKC ini bagus, sekarang masih belum tahu gimana nasibnya.” tuturnya. (CT1)

Baca Selengkapnya

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Close
Close

Matikan Blok Iklan Untuk Melihat Berita Kami

Dukung Kami Dengan Tidak Menutup Iklan