Today

Diah Pitaloka dan Forkopimda Gelar Peletakan Batu Pertama Pembangunan Asrama MAN 2 Cianjur

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Diah Pitaloka bersama Forkopimda Kabupaten Cianjur melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung asrama perempuan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cianjur via aplikasi Zoom, Jumat (13/8/2021).

Asrama perempuan tersebut dibangun dengan biaya pemerintah melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp5 miliar lebih.

Pemberian dana tersebut dilaksanakan secara simbolis dengan menggelar peletakan batu pertama bersama Forkopimda Cianjur, Kakanwil Kemenag Jabar dan Cianjur, serta didampingi Kepala MAN 2 Cianjur.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Diah Pitaloka dalam sambutannya melalui zoom meeting menyampaikan, bahwa pembangunan sarana di MAN 2 Cianjur merupakan upaya pengembangan sumber daya manusia yang diharapkan bisa menghasilkan kualitas pelajar yang lebih baik.

“MAN 2 Cianjur ini merupakan salah satu ruang belajar bagi siswa, santri, dan masyarakat umum yang diharapkan bisa menghasilkan SDM yang berkualitas di Cianjur,” ujar Diah kepada Cianjur Today, Jumat (13/8/2021).

Ke depannya, Diah berharap tidak hanya di MAN 2 Cianjur saja yang akan dilakukan pembangunan demi menunjang kebutuhan sekolah. Akan tetapi bisa terus mengawal dan memberikan ruang kepada madrasah-madrasah lainnya di Kabupaten Cianjur.

“Kami dari Komisi VIII DPR RI akan terus mengawal pembangunan serta pengembangan madrasah-madrasah, terutama proses pendidikannya,” kata Diah.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Cianjur Deden mengatakan, berkenaan dengan peletakan batu pertama tersebut merupakan pendanaan yang berasal dari SBSN 2021. Pada penyerahan bantuan tersebut dihadiri dan diserahkan secara langsung oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Diah Pitaloka beberapa waktu lalu di Pendopo Cianjur.

“Jadi pembangunan ini sebetulnya sudah dimulai sejak empat minggu lalu dan insya Allah target pengerjaannya hingga pertengahan Desember mendatang atau selama 150 hari kerja,” ungkap Deden.

Ia mengatakan, alasan pihaknya mengajukan pembangunan untuk asrama perempuan di MAN 2 Cianjur ini dikarenakan dari tahun ke tahun, peminat siswa yang tinggal di asrama cukup tinggi.

“Pertama saya datang ke MAN 2 Cianjur itu baru sekitar 80 orang yang minat tinggal di asrama. Tapi sekarang sudah meningkat menjadi 280 orang, bahkan di luar sana masih banyak yang sudah ingin membooking,” ungkap Deden.

Selain itu, lanjut Deden, setelah gedung asrama itu rampung, kapasitas yang nantinya bisa digunakan bagi para santri atau siswa MAN 2 Cianjur ada untuk sekitar 96 orang.

“Jadi nantinya gedung itu akan dibangun tiga lantai. Terdiri dari lantai dua dan tiga untuk asrama atau tempat tidur pelajar perempuan, dengan disediakan tempat tidur, serta perlengkapan lainnya. Kemudian di lantai satu akan digunakan bagi ruang penunjang asrama,” terangnya.

Deden menyebut, total nilai yang digunakan dalam pembangunan ini, sebesar Rp 5,129 miliar. Dengan nilai pengerjaan untuk fisik yakni Rp3,39 miliar dan sisanya digunakan bagi pembelian perlengkapan asrama seluruhnya, seperti mebeleur, dan lain sebagainya.

“Adanya pembangunan asrama ini bisa menjadi madrasah yang representatif bagi masyarakat Cianjur,” ucap dia.

Ia pun melihat, saat ini sekolah berbasis boarding school tengah diminati para siswa dan masyarakat.

“Bahkan di beberapa daerah, hadirnya sekolah dan pondok pesantren itu sangat mendominasi prestasi maupun pengembangan bakat anak,” tutup Deden.(ren/sis)

Berikan Komentar Kalian

Back to top button