Today

Dinas Pertanian Bantu Petani Bunga Cianjur Lewat “Jumat Segar”

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Holtikultura Kabupaten Cianjur mengungkapkan bahwa petani bunga menjadi subjek yang paling terkena imbas pandemi Covid-19. Tak sedikit petani bunga yang membuang hasil panen karena tidak laku.

Kepala Bidang Bina Usaha Agribisnis dan Penyuluhan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Holtikultura Cianjur, Nurdiyati menjelaskan, pembatasan menjadi salah satu penyebab sulitnya petani bunga menjual hasil panen khususnya di awal masa pandemi Covid-19.

“Petani bunga mereka kesulitan memasarkan bunga karena tidak hajat, kemudian hotel tutup, biasanya kan mereka masuk ke hotel dan hajat,” paparnya kepada Cianjur Today, Selasa (22/6/2021).

Hal itu yang membuat para petani banyak menjual hasil panen bunga. Namun, pihaknya berhasil menyelamatkan para petani bunga atas intruksi Bupati Cianjur Herman Suherman.

“Jadi pada saat itu di awal pandemi banyak yang dibuang tapi kita selamatkan ketika pak bupati mengintruksikan para ASN harus membeli bunga dari petani,” ucap dia.

Akhirnya, para ASN khususnya di Dinas Pertanian ikut membantu memasarkan hasil panen para petani bunga. Bahkan, sampai membuat program bernama Jumat Segar.

“Akhirnya kita sampai jual bunga terus di halaman dinas dan ada program Jumat Segar itu dalam rangka membantu petani untuk memasarkan hasil pertaniannya,” tambahnya.

Selain itu, Nurdiyati menyebut, ada salah seorang petani bunga yang sehari bisa mendapatkan omzet Rp4 juta rupiah ketika berjualan di halaman Dinas Pertanian.

“Bahkan ada satu petani yang ketika orang kesulitan menjual bunga, dia satu hari dia bisa mendapatkan omzet Rp4 juta. Kita kan gencar ikut memasarkan, pokoknya yang tidak terimbas pendapatannya ASN makanya gencar membeli bunga,” tandasnya.(afs/rez)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button