Today

Dinkes Cianjur Berharap Angka Stunting Tidak Meningkat Setelah Covid-19 Berakhir

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur berharap angka stunting dan gizi buruk di Cianjur tidak meningkat setelah pandemi Covid-19 berakhir. Mengingat, stunting dan gizi buruk bukan hanya berasal dari faktor kesehatan, tapi juga dari ekonomi.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Cianjur, Teni Hernawati. Ia berharap stunting dan gizi buruk di Cianjur tetap turun.

“Kami terus melakukan edukasi walaupun di tengah pandemi Covid-19. Edukasi melalui WA group ibu hamil dan ibu yang memiliki balita terus dilakukan,” tuturnya kepada Cianjur Today, Minggu (8/11/2020).

Meski begitu, lanjut Teni, saat ini Cianjur tidak masuk dalam 10 besar kabupaten/kota dengan angka stunting tertinggi. Karena pada 2013 lalu, Kabupaten Cianjur sempat masuk 10 besar.

“Mudah-mudahan ke depan, jumlah stunting di Cianjur makin menurun seiring berkembangnya kesadaran masyarakat,” kata dia.

Sebelumnya diketahui, Dinkes Cianjur berhasil menekan persentase stunting dan gizi buruk di 2020. Sebab, pada 2013, Cianjur berada di angka 41,6 persen dan pada 2017 turun menjadi 33,5 persen.

“Sekarang Alhamdulillah pada 2020 mengalami penurunan yang sangat drastis, yaitu 8,7 persen,” jelas dia.

Teni menyebut, Cianjur memiliki wilayah yang luas dengan penduduk yang banyak. Namun, fasilitas kesehatan masih sangat terbatas di Cianjur.

“Di Cianjur, satu desa saja sangat minim fasilitas kesehatannya. Bidan pun hanya ada satu atau dua orang saja,” ungkap Teni.

Demi terus menekan angka stunting dan gizi buruk, lanjut Teni, Dinkes Cianjur pun terus melakukan edukasi dan pemahaman pada masyarakat tentang bahaya stunting dan cara menanganinya.

“Kami gencar sosialisasi tentang stunting termasuk memberikan asupan makanan bergizi pada masyarakat,” tandasnya.(afs/sis)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Enable Notifications OK No thanks