CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) membantah adanya isu permainan dalam rotasi mutasi kepala sekolah SD dan SMP di Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu. Untuk menegaskan, para kepala SMP pun disumpah di aula Disdikbud pada, Senin (13/01/2020) kemarin.

Kepala Disdikbud Kabupaten Cianjur H Oting Zaenal Mutakin mengatakan, ia sudah menegaskan adanya zonasi dalam rotasi mutasi tersebut. Ia pun memberikan penjelasan terkait kepala sekolah yang dimutasi ke Cianjur selatan.

“Tapi kenapa ada yang dari Sukaresmi ke Selatan, dari Cikalong ke selatan? Dan, itu orang-orang yang tidak punya kapabel,” tuturnya kepada wartawan, Senin (13/01/2020)

Selain itu, Oting mengatakan, dengan sumpah itu memang tidak mungkin digunakan untuk mencari kambing hitam. Namun, Oting bersyukur dengan sumpah itu karena dapat menepis isu adanya permainan dalam rotasi mutasi kepala sekolah.

“Kalau pun ada permainan, itu dengan sumpah tadi, apabila berbohong bayangkan saya ditanggung dosanya, amalnya yang sudah dan akan datang dikesayakan,” ungkap dia.

Oting mengungkapkan, Disdikbud transparan dari segala hal.

Bahkan, ia pun menyebut, usulan kepala SD bukan usulan dari pihaknya melainkan bottom up dari berbagai pihak.

“Di Dinas Pendidikan itu transparan semua, baik pembinaan dan lainnya. bahkan, SD saja itu bukan dari saya, tapi dari bottom up. Dari pengawas, PGRI .MKKS, kordik yang lebih tahu siapa yang pantas, dan yang penting dizonasikan,” kata dia.

Oting pun berharap, masyarakat bisa memahami bahwa memang rotasi mutasi beberapa waktu lalu itu bukanlah hasil yang maksimal. Namun, ketika ditanyai soal perbaikan, Oting menegaskan harus menunggu keputusan DPRD.

“Saya tidak bisa mengusulkan, nanti tunggu dari dewan.” tutupnya.(afs/rez)