Today

Disnaker Cek Kabar ABK Kapal China Asal Cianjur yang Diduga Disiksa

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Video empat Anak Buah Kapal (ABK) China mengaku disiksa viral di berbagai media sosial. Satu di antaranya dikabarkan berasal dari Cianjur yang bernama Irgi Putra Jayanti.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur pun mengecek kabar tersebut. Kepala Bidang Penempatan Kerja Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Ricky Ardhi Hikmat, mengatakan pihaknya belum mendapatkan informasi mengenai ABK kapal China yang disiksa.

“Kalau ABK yang sebelumnya memang langsung di Dirjen Perhubungan Laut (Hubla). Tapi nanti kita lihat saja di sini, lihat berangkatnya kapan,” tuturnya kepada Cianjur Today, Kamis (27/08/2020).

Selain itu, dirinya mengatakan, saat ini ABK Kapal yang ada dalam undang-undang Nomor 18 tahun 2017 masuk ke dalam undang-undang Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Kalau yang sekarang-sekarang dari dinas berangkat ya, masuk di sini. Kalau dulu juga rekom paspornya dari sini, tapi datanya dari Dirjen Hubla,” ungkap dia.

Dalam mencari tahu hal ini, pihaknya harus melihat perusahaan mana yang memberangkatkan ABK itu. Sebab, biasanya surat izin perekrutannya ada di Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).

“Kalau ini belum, terdaftarnya di Dirjen Hubla. Di Disnaker sendiri tidak ada data, karena kadang bukan PT yang memberangkatkan, kadang mandiri.” tukasnya.

ABK Minta Tolong, Mengaku Disiksa

Dalam video yang beredar, mereka disebutkan merupakan kru kapal Liao Yuan Yu 103. Tampak tiga ABK meminta tolong untuk segera diselamatkan. Mereka memohon bantuan agar segera dipulangkan dari kapal karena kerap disiksa, dipukul, ditendang, bahkan nyaris ditusuk.

“Dada kami dipukul, perut kami ditendangi pak. Jam tidur hanya 4-5 jam pak, jam kerja 20 jam lebih, kurang tidur makan ngga tenang pak. Ngga kerja, ngga dikasih makan pak,” kata salah satu ABK.

Para ABK itu mengaku belum menerima gaji dan sudah berada 10 bulan di kapal. Selain mengaku disiksa, mereka juga kurang tidur dan bekerja dengan waktu yang tidak sesuai. Mereka khawatir tidak bisa bertahan karena masa kontrak habis November 2021 mendatang.

“Kalau menunggu sampai bersandar kami ngga tahan, kami bisa mati di sini,” tambahnya.

Menurut keterangan dalam video yang viral, disebutkan ada empat ABK diduga disiksa di kapal itu. Mereka bernama Sukarto, Irgi Putra Jayanti, Putra Agung Napitupulu, dan Galih Ginanjar. Satu di antaranya disebutkan berasal dari Cianjur, yaitu Irgi Putra Jayanti.

Tanggapan Kemlu

Dikutip dari Okezone, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu RI, Judha Nugraha, menuturkan pihaknya telah menghubungi PT RCA. Dalam video yang viral, PT RCA disebutkan merupakan penyalur para ABK.

Kemlu RI juga berkoordinasi dengan Kemenhub dan Kemenaker yang mengeluarkan perijinan penempatan ABK ke luar negeri. “Didapat informasi bahwa PT RCA tidak terdaftar baik di Kemenaker maupun Kemenhub,” ujarnya.

Selain itu, Kedutaan Besar RI di Beijing juga telah meminta konfirmasi otoritas Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan pihak pemilik kapal. Dari data Organisasi Maritim Internasional (IMO), Liao Yuan Yu 103 dimiliki oleh Liaoning Kimliner Ocean di Dalian, Liaoning China.

Untuk memastikan, Kemlu RI juga terus mencoba menghubungi pihak yang pertama kali mengunggah video tersebut ke media sosial. Tujuannya untuk mendapatkan informasi lebih detil terkait video viral ABK diduga disiksa, yang salah satunya berasal dari Cianjur.(afs/rez)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button