Today

Disperindag Jabar Buka Layanan Desain Kemasan Gratis bagi Pelaku IKM

CIANJURTODAY.COM, Bandung – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat membuka pelayanan desain kemasan secara gratis bagi Industri Kecil Menengah (IKM). Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung pemulihan ekonomi para pelaku IKM di tengah pandemi Covid-19.

Layanan tersebut dilaksanakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Industri Pangan, Olahan, dan Kemasan (IPOK) melalui Rumah Kemasan yang berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Target pelayanan ini menyasar terhadap 160 IKM. Semua harus dikerjakan selama satu bulan setengah,” ujar Kepala Seksi Pengembangan Usaha UPTD IPOK, Detty Tatianada, Jumat (27/11/2020).

Ia menjelaskan ada ada dua layanan yang ditawarkan, yaitu desain kemasan dan cetak kemasan. Desain kemasan ini tidak memberlakukan syarat apapun. Tetapi untuk cetak kemasan ada syaratnya dia harus memiliki sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikat Halal.

“Kalau PIRT itu dari dinkes, kalau halal ada fasilitasinya juga dari Disperindag. Sebenarnya hampir semua gratis sampai ke cetak kemasannya,” ucap dia.

Mayoritas pelaku usaha yang ikut dalam program ini adalah mereka yang bergerak di industri makanan dan minuman. Ia berharap, hal ini bisa membuat mereka tetap optimistis meningkatkan kinerja bisnis meski di tengah pandemi Covid-19.

“Jadi mereka bisa bersaing, yang namanya IKM mereka bersaing di pasaran. Karena banyaknya produk makanan yang bermunculan di tengah Covid-19, orang-orang pada berinovasi. Namun, tentu kemasannya harus menarik,” ungkapnya.

Di UPTD IPOK Disperindag Jabar sendiri memiliki dua layanan, yang pertama layanan mesin, sewa tanah dan bangunan, itu akan menghasilkan retribusi. Dengan layanan ini para IKM bisa mendapatkan mesin yang mereka butuhkan jauh dengan harga di pasaran.

Kedua, adalah layanan desain kemasan dan cetak kemasan. Layanan ini gratis untuk menghasilkan daya saing para pelaku industri kecil di pasaran. Selain memberikan layanan di Rumah Kemasan, pihaknya juga rutin menggelar acara pelatihan di kabupaten/kota.

Oktober lalu misalnya, acara Pelatihan Pengemasan (DBHCHT) untuk kelompok petani tembakau yang berada di wilayah Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran yang dihadiri oleh 60 pelaku usaha tembakau.

Ketua Dekranasda Jabar, Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan, peluang UMKM kuliner untuk terus tumbuh ini tidak lepas dari gaya hidup masyarakat di tengah wabah virus Covid-19 yang cenderung berbelanja makanan secara daring.

“Dalam kondisi apapun masyarakat membutuhkan makan sehingga industri kuliner tidak akan pernah mati. Makanan itu kebutuhan primer yang akan didahulukan dibanding kebutuhan lainnya,” ujarnya.(sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Dukung kami dengan Matikan Adblock

Please consider supporting us by disabling your ad blocker