Gaya Hidup

Doa Solat Dhuha, Lengkap dengan Niat, Tata Cara dan Keutamaannya

CIANJURTODAY.COM – Siapa yang sering solat dhuha? Udah pada hafal belum doa solat dhuha? Kalau belum, Cianjur Today akan ulas secara lengkap, simak ya!

Solat dhuha merupakan solat sunnah yang memiliki banyak sekali keutamaan. Salah satunya merupakan sarana untuk memohon ampunan dosa.

Hadis riwayat At Tirmidzi dan Ibnu Majah menyebutkan bahwa, “Siapa yang membiasakan (menjaga) solat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan”.

Solat dhuha juga memiliki keutamaan termasuk bagian dari sedekah. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah Muhammad Saw:

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan solat dhuha dua rakaat”.

Niat dan Tata Cara Solat Dhuha

Tata caranya sebenarnya sama seperti solat sunnah lain pada umumnya, yaitu solat dua rakaat dengan satu salam.

Perbedaan tata cara solat dhuha dari solat sunnah lainnya terletak pada bacaan niat, doa, dan waktunya.

Solat sunnah dhuha paling sedikit adalah sebanyak dua rakaat, namun sebagian ulama tidak membatasi.

Ada yang mengatakan 12 rakaat, ada yang yang mengatakan bisa lebih banyak lagi sampai waktu dhuha habis.

Rasulullah Saw juga kadang mengerjakan solat dhuha 4 rakaat. Tetapi beliau pernah melaksanakan solat dhuha hingga delapan rakaat.

Hadist Rasulullah Saw:

Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib, ” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak 8 rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam”. (HR. Abu Dawud)

Niat Sholat Dhuha

Mengucapkan niat solat dhuha sebelum takbirotul ihram hukumnya sunnah menurut madzhab Syafi’i dan Hambali.

Fungsi dari mengucap niat solat dhuha sendiri adalah untuk mengingatkan hati, sehingga lebih mantap dan khusyuk dalam menjalankan solatnya.

Sedangkan menurut madzhab Maliki dan Hanafi, mengucap niat solat dhuha sebelum mengangkat tangan dan takbirotul ihram tidak disyariatkan, kecuali bagi orang yang was-was (ragu-ragu dengan niatnya).

Kedua madzhab tersebut menyebutkan bahwa niat solat dhuha cukup dilafalkan di dalam hati saja.

Karena mengucap niat solat dhuha adalah khilaful aula (menyalahi keutamaan) dan bid’ah (tidak dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam).

Terlepas dari perbedaan tersebut, bacaan niat solat dhuha pada umumnya adalah:

Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qibalati adaa’an lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat solat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara

Tata cara solat dhuha 2 rakaat adalah sebagai berikut:

Niat solat dhuha
Takbirotul Ihram
Doa Iftitah (Sunnah)
Membaca Surah Al-Fatihah
Membaca Surah Ad-Dhuha
Ruku’ dengan tuma’ninah
I’tidal dengan tuma’ninah
Sujud dengan tuma’ninah
Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
Sujud kedua dengan tuma’ninah
Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
Membaca Surah Al-Fatihah
Membaca Surah As-Syams
Ruku’ dengan tuma’ninah
I’tidal dengan tuma’ninah
Sujud dengan tuma’ninah
Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
Sujud kedua dengan tuma’ninah
Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah
Salam
Membaca doa solat dhuha

Tata Cara Solat Dhuha Empat Rakaat

Tata cara mengerjakan solat dhuha 4 rakaat sebenarnya sama dengan yang 2 rakaat. Solat dhuha dikerjakan dua rakaat salam, setelah itu dua rakaat salam. Begitu juga dengan solat dhuha 8 rakaat dan seterusnya.

Doa Solat Dhuha

Sebenarnya tidak ada doa khusus yang Rasulullah Saw ajarkan setelah selesai solat dhuha.

Sehingga dalam kitab-kitab Fiqih, para ulama sama sekali tidak mencantumkan doa solat dhuha.

Namun ada satu doa yang populer dipanjatkan oleh kaum Muslim di seluruh dunia.

INNADHDHUHA-A DHUHA-UKA, WALBAHAA-ABAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWAATUKA, WAL QUDROTA QUDROTUKA, WAL ‘ISHMATA ISHMATUKA.

ALLAHUMA INKAANA RIZQII FISSAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’SIRON FAYASSIRHU, WAINKAANA HAROOMAN FA THOHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QORIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDROTIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHOOLIHIiN.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.

Doa ini dicantumkan oleh Asy-Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan disebutkan pula oleh Ad-Dimyathi dalam I’anatuth Thalibiin.

Meskipun bukan berasal dari nabi, kita boleh saja membaca doa tersebut dan doa lainnya asalkan semua itu baik.

Keutamaan

  • Segala dosa terampuni.
  • Dipermudah keinginannya.
  • Dibuatkan rumah di surga.
  • Dicukupkan rezeki.
  • Mendapat pahala haji.

Demikianlah doa solat dhuha, niat, tata cara, dan keutamannya. Semoga panduan solat dhuha ini bermanfaat bagi kita semua ya, Today People.(ct7/sis)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Enable Notifications OK No thanks