Today

DPR RI Dukung Pembangunan Proyek Geothermal di Kawasan TNGGP

CIANJURTODAY.COM, Cipanas – DPR RI Komisi 7, mendukung rencana pembangunan proyek Geothermal di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Sekretaris DPR RI Partai PAN, Eddy Soeparno mengatakan, untuk pembangunan proyek Geothermal itu membutuhkan perencanaan yang matang.

Menurutnya, yang paling besar itu adalah investasi dan risikonya itu ada di saat proses pengeboran untuk mengetahui titik-titik pengukuran dan daerah yang berpotensi untuk dijadikan tempat eksplorasi Geothermal tersebut.

“Tanggung jawab tersebut akan diambil alih langsung oleh pemerintah melalui Kementerian ESDM untuk melakukan pengeboran,” ujar Eddy kepada Cianjur Today, Minggu (19/9/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika sudah ada data terkait titik mana saja pengeboran yang bisa menghasilkan uap panas bumi, baru kemudian akan dilelang oleh negara.

“Rencana ini sebuah langkah yang bagus, dalam rangka meningkatkan bauran energi atau pembangkit-pembangkit energi geothermal, yang memang harus lebih dikembangkan,” jelasnya

Hal tersebut, kata Eddy, memang butuh waktu dan investasi yang besar, tetapi kalau proyek ini tidak dimulai dari sekarang, maka ini tidak akan pernah bisa dilakukan.

“Jadi, kami dari DPR RI komisi 7 sangat mendukung pembangunan energi panas bumi atau Geothermal di kawasan TNGGP ini,” tuturnya.

Namun demikian, sambungnya, tentus saja semua prosesnya harus berpegang teguh pada ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Seperti tidak boleh ada pelanggaran terhadap masalah lingkungan, mengenai kondisi sosial masyarakat, dan jangan sampai mengganggu hewan dan tumbuhan di sekitarnya,” tambahnya.

Menurutnya, jika pembangunan proyek Geothermal itu jadi dibangun, maka masyarakat akan tergusur dan harus direlokasi. Jadi, hal tersebut yang memang harus diperhatikan.

“Tetapi prinsipnya, kita sangat mendukung pembangunan energi Geothermal yang berbasis hijau,” tutup dia.(ren/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button