Today

Duh, 68 Pekerja Pabrik di Cianjur Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Sebanyak 68 pekerja pabrik di Kecamatan Mande dan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan, ada seorang yang meninggal dunia setelah terkonfirmasi.

Para pekerja itu berasal dari tiga pabrik yang ada di Kecamatan Mande. Dominan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah pekerja perempuan.

Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal membenarkan kabar tersebut. Sebanyak 68 pekerja dari beberapa pabrik terkonfirmasi positif dan satu meninggal.

“Tersebar jadi kepala puskesmas saat itu menyampaikan ada 68 yang terkonfirmasi positif Covid-19, bahkan ada yang meninggal satu orang,” ujarnya kepada Cianjur Today, Senin (28/6/2021).

Kejadian ini berawal ketika ada beberapa pekerja yang sakit dan berobat di salah satu klinik swasta.

“Klinik swasta itu lalu berkoordinasi dengan puskesmas dalam penanganannya. Ada yang bergejala, tapi banyaknya orang tanpa gejala (OTG),” jelasnya.

68 Pekerja Pabrik di Cianjur Positif Covid-19

Pihaknya terus berkoordinasi melalui puskesmas setempat untuk melakukan tracing kasus temuan 68 pekerja pabrik positif Covid-19 ini. Bersama HRD masing-masing perusahaan pihaknya, kini tengah memeriksa kontak erat.

“Dengan HRD masing-masing pabrik dan ketika yang kontak erat harus segera melakukan swab antigen. Alhamdulillah mereka sudah menyampaikan dan mengidentifikasi by name by address pegawai mana yang harus melakukan swab test,” paparnya.

Yusman mengungkapkan, beberapa pekerja memang sudah menjalani isolasi di rumah masing-masing. Bahkan, ada pabrik yang siap menyediakan tempat isolasi terpusat dengan biaya sendiri.

“Saat ini mereka sedang berproses dan mencari tempat isolasi, itu sangat membantu,” ungkapnya.

Agar hal ini tidak terjadi lagi, Yusman pun mengimbau Satgas Covid-19 kecamatan dan desa untuk bisa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap paparan virus Corona.

“Karena dengan kecepatan, semua akan tertanggulangi dengan baik. Pengendaliannya akan maksimal kalau responnya cepat,” terangnya.

Yusman mengaku, kasus ini masih dikembangkan dengan pihak manajemen pabrik terkait, sehingga puskesmas bisa bergerak cepat.

“Puskesmas bergerak berdasarkan identifikasi by name by address, jadi pihak pabrik harus terbuka untuk memberikan informasi. Karena bilamana menghambat, ada sanksi sampai penutupan pabrik,” tandasnya.(afs/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button