Today

Evakuasi Pesantren Al-Madaroh Cipanas yang Ambruk Ditutup Sementara, 11 Santri Dirawat

CIANJURTODAY.COM, Cipanas – Proses evakuasi Pesantren Al-Madaroh kampung Loji RT 01/RW 01 Desa Batulawang Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, yang ambruk pada Sabtu (16/1/2021) ditutup sementara.

Kapolsek Pacet AKP Galih Apria mengatakan, pihaknya khawatir ada bangunan yang tersisa rubuh kembali dan waktu juga sudah terlalu malam. Evakuasi pesantren di Cipanas yang ambruk itu akan dilanjutkan besok, Minggu (17/1/2021).

“Evakuasi kali ini kami tutup kembali, untuk evakuasi akan dilanjutkan besok lagi karena sudah tidak memungkinkan untuk malam ini lakukan evakuasi, patugas dari Polsek Pecet, Koramil, BPBD, Damkar dan Brimob akan ditugaskan menunggu bangun atau piket karena ditakutkan ada warga yang masuk bangunan tersebut,” tuturnya kepada Cianjur Today, Sabtu (16/1/2021).

Galih menjelaskan, ada 11 santri yang menjadi korban luka dan dibawa ke RSUD Cimacan. Sementara empat santri lainnya yang selamat dari kejadian itu sudah dipulangkan.

“Tadi saya sudah kembali dari rumah sakit Cimacan ada 11 orang santri yang dibawa ke rumah sakit, dan saat ini empat orang uang sudah di rumah sakit sudah kembali sisanya masih dirawat,” jelasnya.

Pesantren di cipanas Ambruk Diduga Akibat Beban Bert

Pihaknya menuturkan, sampai saat ini belum ada kabar korban jiwa yang meninggal. Hanya ada korban yang mengalami pergeseran tulang dan luka lainnta

“Dugaan awal kita masih memastikan sama-sama dan sebenarnya kita bisa melihat bahwa bisanya bangunan rubuh ini diakibatkan oleh beban yang begitu berat ataupun konstruksi yang tidak bisa menahan,” ungkapnya.

Pondok pesantren ini memiliki tiga lantai, lantai satu berupa madrasah, lantai dua dan lantai tiga diisi oleh santri sebanya 24 kamar.

“Tapi tadi saya dapat informasi bahwa satu kamar bisa saja diisi oleh satu atau dua orang. Saya juga sudah koordinasi dengan pimpinan pondok pesantren kita juga sama-sama sedang mengecek situasi robohnya bangunan ponpes ini,” ujar dia.

Salah seorang warga, Arif (22) menjelaskan kronologis pesantren di Cipanas itu bisa ambruk. Ia mengaku sempat mendengar kayu dan asbes mengeluarkan suara.

“Wakti itu saya mendengar suara kayu dan asbes gedung mengeluarkan suara yang cukup keras secara perlahan. Selang lama kemudian gedung tersebut ambruk sehingga menimpa 11 orang santri,” tandasnya.(ct6/afs)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Dukung kami dengan Matikan Adblock

Please consider supporting us by disabling your ad blocker