Gaya Hidup

Film House of Gucci: Kisah Nyata Tentang Kekuasaan, Seks, dan Pembunuhan

CIANJURTODAY.COM – Film House of Gucci direncanakan akan hadir pada November 2021 mendatang. Para penonton pun dijanjikan banyak kejutan di dalamnya. Penasaran kan? Berikut sinopsis lengkapnya.

Film garapan Ridley Scott tersebut akan menghadirkan aktris sensasional, Lady Gaga dan Adam Driver. Film House of Gucci merupakan film drama pembunuhan yang mengambil inspirasi dari kisah nyata.

Diangkat dari buku berjudul The House of Gucci: A Sensational Story of Murder, Madness, Glamour, and Greed yang dipublikasikan pada 2012 oleh Sara Gay Forden.

Selain itu juga, menceritakan tentang ambisi Lady Gaga menguasai kekayaan pemilik Brand Gucci.

Film House of Gucci memposting trailer perdana mereka lewat YouTube Universal Pictures UK setelah merilis poster lima tokoh utamanya.

Film ini akan mengambil latar tahun 1995 dan mengisahkan pembunuhan Maurizio Gucci, diperankan Adam Driver, serta jatuhnya dinasti keluarga Gucci di dunia fashion.

Trailer dibuka dengan penampilan Lady Gaga sebagai Patrizia Reggiani yang bergaun merah dilengkapi mantel bulu.

Sebagai Patrizia, Lady Gaga memberikan narasi tentang nama Gucci yang menurutnya terdengar manis dan seduktif, identik dengan gaya dan kekuasaan.

Namun, di balik megah dan glamornya nama Gucci, terdapat sebuah kutukan yang menimpa seluruh anggota keluarganya.

Patrizia menjadi tenar semenjak menikah dengan Maurizio Gucci, generasi terbaru dari keluarga Gucci yang dihormati di kalangan fashionista.

Lama-kelamaan, Patrizia merasa suaminya tak bisa benar-benar membawa nama Gucci ke level yang seharusnya.

Diiringi lantunan Heart of Glass karya Blondie, trailer ini menunjukkan beberapa potongan adegan dari berbagai tahap hubungan Maurizio dan Patrizia.

Dari pernikahan, hubungan suami-istri yang mulai hambar, plot kudeta yang direncanakan Patrizia, hingga investigasi polisi yang terjadi setelah tewasnya Maurizio.

Lewat trailernya, film ini berjanji akan membawa topik tentang uang, keluarga, kuasa, pengkhianatan, seks, loyalitas, skandal, ambisi, dan pembunuhan.

Trailer pun ditutup dengan sebuah kalimat dari Patrizia, “Aku tak menganggap diriku orang yang beretika, tapi aku adil,” ujarnya sambil minum teh di pegunungan Swiss.(ct7/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button