Gaya Hidup

Film The Cursed: Dead Man’s Prey 2021, Angkat Kisah Dukun Santet Indonesia

CIANJURTODAY.COM – Film The Cursed: Dead Man’s Prey 2021 menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Pasalnya, film asal Korea Selatan ini rupanya menceritakan tentang dukun santet yang terkenal di Indonesia.

Seperti kata yang terkenal di kalangan masyarakat Indonesia yang menyebutkan ‘Membunuh tanpa menyentuh’.

Yeon Sang Ho yang menulis naskah film The Cursed: Dead Man’s Prey mengaku, sangat tertarik mengangkat hal-hal takhyul. Namun, kali ini ia mencari hal tersebut di Asia.

Kemudian, di Indonesia ada istilah dukun santet yang kabarnya memiliki ilmu hitam yang dapat menghidupkan mayat.

Dalam wawancara dengan KoreaJoongDaily, Yeon yang juga menulis naskah Train to Busan menggabungkan kisah perdukunan Indonesia dengan zombie versi Korea yang disebut jaechaui.

Berasal dari buku Yongjaechonghwa yang ditulis era Joseon, Jaechaui adalah mayat manusia yang dibangkitkan dari kematian.

“Saya membahas tentang bagaimana mengembangkan mitos dan legenda Asia untuk menyesuaikannya dengan legenda kontemporer,” kata sutradara Yeon.

Yeon menggambarkan dukun santet Indonesia memiliki tato yang khusus di badannya. Selain itu, ia juga memakai kalung seperti tasbih tapi dengan bola-bola berukuran besar.

Salah satu pemeran Profesor Zhui mengatakan, dukun santet akan menghidupkan mayat dengan cara menguburnya di tanah yang dicampur darah.

Kemudian si dukun merapal manteranya untuk membangunkan si mayat. Jika tugasnya sudah selesai, manteranya dilepas, dan si mayat akan luruh jadi tanah.

Sinopsis The Cursed: Dead Man’s Prey 2021

Mengisahkan tentang dendam dukun santet yang kehilangan anaknya. Putri perempuan dukun yang mencari pekerjaan di Korea Selatan dan ia malah menjadi tunawisma.

Sebuah perusahaan obat menggunakan tunawisma untuk uji klinis obat. Namun, orang-orang yang mengikuti uji klinis tersebut meninggal.

Dukun santet dari Indonesia kemudian datang ke Korsel untuk mencari putrinya. Saat menemukan putrinya tewas, ia bertekad membalas dendam pada pemilik dan pimpinan perusahaan obat.

Ia menghidupkan orang-orang tunawisma yang sudah meninggal itu untuk balas dendam pada perusahaan obat tersebut.

Seorang jurnalis independen berusaha mengungkapkan peristiwa tersebut dengan bantuan seorang remaja yang dikutuk terus diikuti roh jahat.(ct7/sis)

Sumber: mudanesia.com

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button