Gaya Hidup

Film Tjoet Nja’ Dhien Kembali Tayang di Bioskop, Erick Thohir: Saya Mendapat Energi Baru

CIANJURTODAY.COM, Jakarta – Film Tjoet Nja’ Dhien kini sudah resmi tayang di bioskop dan bisa masuk daftar tontonan wajib kalian, nih Today People.

Mengangkat kisah perjuangan seorang Cut Nyak Dhien yang merupakan Pahlawan Nasional dari Aceh sewaktu melawan penjajah Belanda.

Film arahan Erros Djarot ini pernah memenangkan Piala Citra sebagai Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia pada 1988.

Film Tjoet Nja’ Dhien sendiri dibintangi Christine Hakim, Piet Burnama, Slamet Rahardjo, dan mendiang Rudy Wowor.

Sinopsis Film Tjoet Nja’ Dhien

Film ini merupakan film biografi yang menceritakan tentang perjuangan seorang wanita asal Aceh bernama Tjoet Nja’ Dhien (Christine Hakim).

Ia dan teman-teman seperjuangannya bertempur melawan tentara Belanda yang menduduki Aceh.

Dalam perang tersebut, Tjoet Nja’ Dhien juga ikut membantu upaya suaminya, Teuku Umar (Slamet Rahardjo) yang menjadi panglima perang antara rakyat Aceh.

Perjuangan mereka semakin berat setelah Teuku Umar ditangkap oleh Belanda sebab pengkhianatan yang dilakukan oleh orang terdekatnya.

Hal itu membuat Tjoet Nja’ Dhien mau tidak mau harus turun tangan menghadapi tentara Belanda bersama dengan para pejuang lainnya.

Ia bahkan terus ikut ke medan perang dalam kondisi yang sudah tidak lagi prima. Hal itu membuat salah satu orang kepercayaan sekaligus teman setianya, Pang Laot (Pietrajaya Burnama) merasa iba.

Terlebih lagi kondisi kesehatan Tjoet Nja’ Dhien semakin turun sebab ia menderita rabun dan encok akibat peperangan yang tidak ada hentinya.

Tidak hanya menceritakan dilema-dilema yang dialami Tjoet Nja’ Dhien, film ini juga memperlihatkan betapa sulitnya pihak Belanda saat bertempur melawan tentara Aceh.

Perang yang terjadi antara Aceh dengan Belanda berlangsung selama 31 tahun.

Film ini juga sebenarnya sudah tayang pada tahun 1988 silam yang kini kembali tayang di bioskop.

Hal tersebut tidak terlepas dari upaya Erros Djarot dan timnya yang telah sukses melakukan restorasi film Tjoet Nja’ Dhien di Belanda.

Film ini sudah tayang perdana bertepatan pada perayaan hari Kebangkitan Nasional yakni 20 Mei 2021di sejumlah bioskop di Jakarta.

“Saya menonton film ini dulu dan hingga kini masih tersimpan sosok hebat Tjoet Nja’ Dhien. Ada pesan moral dari film tersebut kepada generasi milenial,” kata Amir Faisal, selaku Pendiri Atjeh Connection Foundation.

Amir menuturkan, dari sosok Tjoet Nja’ Dhien generasi sekarang bisa belajar keteguhan dan prinsip berjuang mengusir kolonial Belanda.

Amir turut menambahkan bahwa film ini juga sarat dengan pesan kesetaraan gender. Bahwasanya, jika ada kemampuan, perempuan juga bisa memimpin perang.

Hal itu telah dibuktikan oleh Tjoet Nja’ Dhien yang mampu memimpin ratusan pasukan tempur yang terdiri dari kaum pria.

“Kesetiaan, kejujuran, etika, kepandaian dan lain-lain adalah hal yang harus dimiliki oleh anak bangsa ini termasuk dalam menghadapi perang pandemi Covid-19. Generasi milenial harus menonton film ini karena banyak pelajaran untuk masa kini,” ajak Amir Faisal.

TAYANG: Film Tjoet Nja’ Dhien tayang kembali di bioskop dan bisa jadi tontonan wajib kaum milenial. (Foto: Instagram)

Dengan durasi kurang dari dua jam ini merupakan hasil restorasi oleh lembaga arsip perfilman Belanda yang menjaga kualitas audio dan visual film ini tetap terpelihara.

Film ini meraih 8 Piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI) pada 1988. Selain Film Terbaik, Piala Citra yang dimenangkan juga untuk kategori Sutradara Terbaik (Erros Djarot).

Pemeran Wanita Terbaik (Christine Hakim), Skenario Terbaik (Erros Djarot), Cerita Asli Terbaik (Erros Djarot), Tata Sinematografi Terbaik (George Kamarullah), Tata Artistik Terbaik (Benny Benhardi), dan Tata Musik Terbaik (Idris Sardi).

Menteri BUMN Erick Tohir pun turut serta menonton film perdana Tjoet Nja’ Dhien pada Kamis (20/5/2021).

Erick menuliskan dalam akun instagramnya bahwa ia mendapat energi baru setelah menonton film tersebut.

“Kemarin saya menonton film Tjoet Nja’ Dhien dan saya mendapatkan energi baru. Bagi saya Cut Nyak Dhien bukan sekadar pejuang kemerdekaan. Bukan pula sekadar Pahlawan Nasional yang telah meninggalkan kita dalam jeda waktu tidak sebentar,” tulisnya.

“Lebih dari itu semua, Cut Nyak Dhien adalah spirit yang terus hidup dalam jiwa setiap anak bangsa. Perjuangannya adalah gagasan yang tidak pernah mati untuk membebaskan manusia dari rasa takut,” tambahnya.

Erick mengungkapkan, sikap pantang menyerah Cut Nyak Dhien adalah inspirasi untuk generasi yang tengah menghadapi pandemi.

Cut Nyak Dhien menunjukkan bahwa seorang manusia, mampu menembus batas-batas kemampuannya ketika perjuangannya didasari cita-cita suci.

“Dan kita segenap putra-putri pertiwi dari Sabang sampai Merauke adalah pewaris sah spirit perjuangan Cut Nyak Dhien,” imbuhnya.

Erick berharap semoga semoga jutaan Cut Nyak Dhien akan lahir di tengah generasi ini.

“Kita akan bangkit dalam perang yang butuh menahan diri. Bangsa ini akan kembali berlari oleh jiwa-jiwa yang berani mengorbankan kepentingan pribadi. Semoga jutaan Cut Nyak Dhien akan lahir di tengah generasi ini. Insyaallah,” pungkasnya.(ct7/sis)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami