Today

Geliat Bisnis Ayam Pelung di Cianjur Mengalami Penurunan Selama Pandemi Covid-19

CIANJURTODAY.COM, Cipanas – Pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada sektor usaha besar saja, sebab kini para peternak dan penggemar ayam pelung sebagai plasma nutfah asli Indonesia dari Kabupaten Cianjur, kini mengalami penurunan omset. Hal tersebut karena tidak ada lagi kegiatan lomba selama pandemi Covid-19 ini belum usai.

Menurut anggota Komunitas Baraya Pelung Karangtengah (BPK) Sirojul Munir SPdI (36) mengatakan, perputaran roda ekonomi para pencinta ayam pelung kini sangat menurun karena kegiatan kontes terbatas bahkan tidak ada sama sekali. Sehingga sangat mempengaruhi terhadap penjualan ayam pelung.

“Karena Covid-19 ini, penjualan menjadi terhambat. Karena penjualan ayam pelung belum stabil dan kegiatan kontes belum berjalan dengan normal. Jadi banyak yang sekarang mikirnya, buat apa beli ayam mahal-mahal kontesnya juga tidak ada,” ujarnya kepada Cianjur Today, Senin (21/12/2020).
Padahal, kata Sirojul, berdagang dan merawat ayam pelung untuk lomba itu sangat menjanjikan kalau tidak ada pandemi ini.

“Karena memang jika melihat peluang, bisnis ayam pelung memang sangat menguntungkan. Ayam pelung juara nasional, Sagara Inten katanya udah ada yang nawar sampai Rp80 juta,” jelas Sirojul.

Pihaknya mengungkapkan, sebetulnya pihaknya masih pemula di dunia ayam pelung dan masih banyak para pakar ayam pelung di Cianjur seperti Agus Abdurrahman yang sudah malang-melintang d dunia perpelungan. Baik di dunia kontes maupun di dunia bisnis ayam pelung.

“Saya juga kalau ada kontesnya saya ikut kontes, tapi juara bukan tujuan utama saya ikut kontes itu. Saya ikut lomba itu adalah untuk silaturahmi dengan sesama pencinta ayam pelung dan menambah ilmu di dunia ayam pelung,” ucapnya.

Pihaknya menjelaskan, perbedaan ayam biasa dengan ayam pelung itu perbedaanya dari postur badan yang tinggi dan suaranya kokokannya yang bagus dan melengking panjang.

“Perbedaan ayam biasa dengan pelung dilihat dari fisiknya yang besar dan suaranya bagus. Karena kontes ayam pelung, penjuriannya dengan melihat kualitas suarannya,” ungkapnya.

Baca Juga: Harga Ayam Pelung Cianjur Mulai Rp350 Ribu

Menurutnya, di Cianjur sudah banyak komunitas ayam pelung. Karena memang sudah terakui dan legal oleh Pemkab Cianjur sebagai binatang khas dari Cianjur.

“Pokoknya harapan saya kepada Pemkab Cianjur supaya lebih mendukung budaya pelestarian ayam pelung. Misalnya memberikan bantuan seperti obat-obatan, vaksin, hingga modal usaha bagi peternak ayam pelung,” paparnya.

Selain itu, ia pun berharap, Pemkab Cianjur bisa menyediakan fasilitas jasa pengiriman ayam ke seluruh Indonesia.

“Karena kami kebingungan ketika ada konsumen d luar Jawa Barat ingin membeli ayam pelung harus dikirim seperti apa, karena di Cianjur ini belum ada jasa pengiriman khusus untuk ayam pelung,” tandasnya.(ct6/sis)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button