CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Pelajar di Kabupaten Cianjur harus berlapang lada menerima bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cianjur belum mengizinkan adanya pembelajaran tatap muka. Dengan demikian, pembelajaran di sekolah harus dilakukan dengan sistem daring atau online.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal. Ia menyebut di beberapa tempat khususnya pesantren telah melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan peraturan gubernur. Namun, ia mengaku belum melihat aturan itu.

“Sebetulnya dari pemerintah daerah kabupaten Cianjur belum mengizinkan bahwa ada proses belajar terutama anak usia TK, SD dan SMP. Tapi di beberapa tempat yaitu di pesantren khususnya, itu sudah melakukan proses belajar. Hal ini mereka dasari dengan peraturan gubernur. Saya sendiri belum melihat, tapi katanya memang ada aturan tersendiri sehingga mereka bisa.” tuturnya kepada Cianjur di Pendopo Cianjur, Jumat (17/07/2020).

Ia mengungkapkan, pihaknya tidak dapat melakukan tindakan apapun. Sebab, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur tidak bisa melawan aturan yang lebih tinggi.

“Karena tetap saja, kita tidak bisa melawan aturan yang lebih tinggi. Kita hanya bisa untuk monitoring saja kemudian kita biasanya meninjau langsung kondisi atau kesiapan di masing-masing sekolah,” jelas dia.

Yusman menyebut, banyak sekali sekolah di Cianjur yang meminta izin untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Pihaknya pun telah meninjau langsung sekolah-sekolah yang meminta izin itu

“Kita juga sudah membuat tim. Sudah (bergerak), terutama di bawah Asda 1. Semua bergerak ke sekolah yang sudah meminta izin tertulis ke gugus tugas,” jelas dia.

Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap tidak mengizinkan pembelajaran tatap muka saat ini. “Kita tetap tidak mengizinkan tapi kita meminimalisir dengan meninjau langsung ke lokasi.” tukasnya.(afs/rez)