CIANJURTODAY.COM – Gunung Taal di Filipina meletus dan mengeluarkan lahar pada Senin (13/01/2020). Gunung berapi paling aktif kedua di Filipina tersebut terletak ditengah danau sekitar 70 km (45 mil) selatan ibukota Manila. Hingga pada hari ini (13/01/2020) pihak pemerintahan setempat melakukan evakuasi terhadap 8000 penduduk yang tinggal disekitar Gunung Taal.

Erupsi Gunung Taal yangterjadi pada dini hari, mulai pukul 02:49 hingga 04:28. Sebanyak 75 gempa bumi telah terjadi di wilayah Taal, dengan 32 dari gempa ini peringkat 2 dan lebih tinggi pada skala intensitas gempa,

“Gunung berapi Taal memasuki periode letusan hebat, hingga terjadi erupsi magmatik pada 02:49 hingga 04:28. Hal tersebut ditandai dengan hamburan lava yang kuat dan disertai dengan guntur dan kilatan petir.” ungkap Institut Vulkanologi Filipina dan Seismologi (Phivolcs), seperti dikutip dari BBC.

Akan tetapi direktur Phivolcs Renato Solidum, mengatakan bahwa tanda-tanda letusan berbahaya. Munculnya abu, batu, gas dengan kecepatan lebih dari 60 kilometer per jam secara horizontal belum terjadi.

Dikutip dari CNN Filipina, hingga kini Phivolcs telah meningkatkan level peringatan dari 3 ke 4, dari maksimum 5. Pihak berwenang juga memperingatkan kemungkinan akan terjadinya tsunami vulkanik. Dipicu oleh puing-puing yang jatuh setelah letusan, mendorong air dan menghasilkan gelombang.

Kantor Resmi PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan, lebih dari 450.000 orang diperkirakan nantinya akan turut dievakuasi. Mereka terhitung zona bahaya 14km dari gunung berapi Taal.

Akibat peristiwa bencana alam ini mengharuskan bandara internasional Manila untuk menunda semua penerbangan karena beresiko tinggi. Selain itu, Kantor Presiden Rodrigo Duterte juga memerintahkan untuk sementara meliburkan pekerjaan pemerintah di Manila dan penutupan semua sekolah di ibukota.(ct4/bbs)