Trending

Gus Idris jadi Tersangka Kasus Hoaks Video Gancet yang Viral? Cek Faktanya!

CIANJURTODAY.COM, Malang – Gus Idris dikabarkan menjadi tersangka atas kasus hoaks video gancet yang viral di media sosial? Berikut faktanya.

Polisi menegaskan, bahwa Gus Idris bukan menjadi tersangka atas video gancet yang beredar luas di masyarakat. Namun, Gus Idris telah menjadi tersangka kasus video yang lain, yaitu penyebaran informasi bohong atau hoaks dalam video ‘Detik-detik Gus Idris Ditembak Orang Tak Dikenal’.

“Sudah ada penetapan tersangka (kasus hoaks) untuk Gus Idris, Juni 2021 lalu,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Bara’langi, pada Jumat (10/9/2021).

Meski berstatus tersangka, Polres Malang tidak menahan pengasuh Ponpes Toriqul Jannah, Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang tersebut.

“Kita tidak melakukan penahanan, karena beliau (Gus Idris) kooperatif,” tuturnya.

Donny menjelaskan, hasil gelar perkara saat itu menetapkan Gus Idris sebagai tersangka penyebaran berita bohong. Gus Idris ditetapkan jadi tersangka pada (29/6/2021).

Gus Idris dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 01 tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Jounto Pasal 55 KUHP.

Selain Gus Idris, ada satu tersangka lain yakni Yan Firdaus yang juga dikenakan pasal yang sama.

“Penetapan tersangka dikarenakan cukup bukti menyebarkan berita bohong. Hingga membuat keresahan di masyarakat,” jelasnya.

Saat itu, Gus Idris mengunggah video berjudul ‘Detik-detik Gus Idris Ditembak Orang Tak Dikenal’ saat Live Streaming’ 28 Febuari 2021.

Gus Idris seolah-olah ditembak oleh orang tidak dikenal di sebuah mobil yang sedang berjalan.

Sebelumnya, beredar video memperlihatkan pasangan gancet di media sosial. Video itu viral dan menjadi perhatian warganet.

Awalnya, video tersebut diunggah oleh akun Tiktok @indriani_be. Dalam video tersebut terlihat sepasang lelaki dan perempuan berada di atas kasur.

Keduanya tampak saling menempel. Posisi laki-laki itu tampak berada di atas si perempuan.

Seluruh tubuh mereka ditutupi oleh selimut. Sementara itu, terdapat beberapa tokoh agama di ruangan tersebut.

Setelah ditelusuri, ternyata video tersebut merupakan video hoaks yang diketahui dibuat hanya untuk settingan alias fiktif.

Hal tersebut dijelaskan dalam video berjudul ‘ AZAB BERZINA PASANGAN INI GANCET || K3L4MINY4 GAK BISA LEPAS’ yang diunggah oleh kanal YouTube Gus Idris Official.

Video itu diunggah pada (5/9/2021) dan berdurasi 50 menit 26 detik. Dalam video tersebut, terdapat keterangan yang menyebutkan bahwa video itu dibuat hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan.

“Penafian materi dalam video ini dibuat hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan. Cerita ini hanyalah sebuah fiksi yang dibuat dalam bentuk visual. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian atau cerita, itu hanya kebetulan dan tidak ada unsur kesengajaan. Setiap media cetak dan elektronik wajib mencantumkan link dan atau nama channel GUS IDRIS RESMI pada setiap wadah yang akan digunakan untuk hak cipta GUS IDRIS OFFCIAL,” demikian keterangan tersebut

Dalam video viral tersebut tampak beberapa orang membacakan doa. Salah seorang pria yang berada di kamar tersebut bertanya kepada pasangan muda itu.

Mereka menyayangkan aksi yang dilakukan oleh pasangan muda tersebut.

Beberapa orang tampak merapalkan doa untuk membantu keduanya. Sementara, ada yang marah-marah.

“Tolang tolong, itu akibatnya,” ujar salah seorang pria, mengutip Suara.com.

Kemudian seorang wanita berkerudung merah bertanya kepada cewek yang meminta tolong.

“Kamu suami istri bukan?” tanyanya.

“Bukan,” jawab cewek itu sambil menangis.

Selanjutnya, seorang pria berpeci dan mengenakan baju cokelat tampak emosi.

Di samping itu cewek tersebut terus menangis dan meminta tolong. Sementara lelaki tersebut tampak menghadap dinding dan menutupi mukanya.

Berdasarkan keterangan dalam video itu, si lelaki berada di atas. Namun, saat berhubungan keduanya tak bisa lepas. Hingga akhirnya posisi badan lelaki tersebut miring.(ct7/sis)

Berikan Komentar Kalian

Back to top button