Today

Haji 2021 Batal Berangkat, Daftar Tunggu Ibadah Haji di Cianjur jadi 17 Tahun

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Batalnya keberangkatan jemaah haji 1442 Hijriyah/2021 Masehi di Indonesia, membuat daftar tunggu ibadah haji di Kabupaten Cianjur makin panjang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur, Usep Muhammad Tamam. Ia menyebut, daftar tunggu ibadah haji di Cianjur jadi 17 tahun.

“Kalau hari ini kita daftar ibadah haji, itu sudah masuk waiting list masa tunggu selama 17 tahun,” ujarnya kepada Cianjur Today melalui sambungan telepon, Sabtu (5/6/2021).

Menurutnya, selain karena adanya pandemi Covid-19, lamanya daftar tunggu keberangkatan tersebut, menjadi salah satu alasan para jemaah membatalkan keberangkatan haji.

Bahkan, lanjutnya, sudah beberapa orang jemaah yang mengambil kembali uang yang disetorkan untuk menjalani ibadah haji.

“Dari total 1.361 kuota haji di Cianjur pada 2020, ada sekitar tujuh orang yang membatalkan keberangkatan ibadah haji. Mereka mengambil kembali uang yang sudah didaftarkan yang katanya untuk keperluan lain,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya tidak akan menghalangi siapapun untuk mengambil kembali uang ibadah haji tersebut, karena sudah menjadi hak para jemaah sendiri.

Dirinya hanya berharap, agar pandemi Covid-19 bisa cepat berakhir, supaya daftar tunggu tidak terlalu lama dan kuota jamaah haji di Kabupaten Cianjur bisa bertambah.

“Jumlah kuota jamaah haji di 2021 belum ada, jadi untuk pembatalan keberangkatan merujuk pada kuota jemaah haji 2020 yaitu sebanyak 1.361 orang. Mudah-mudahan nanti bisa bertambah,” harapnya.

Selain itu, lanjutnya, ia mencatat adanya persentase penurunan pendaftar jemaah haji sebesar 75 persen sejak awal tahun ini.

“Tahun lalu biasanya sehari bisa 10 sampai 15 orang yang daftar ibadah haji, namun tahun ini (sejak Januari, red) hanya satu sampai tiga orang saja per hari,” paparnya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan bahwa pemberangkatan jemaah haji tahun 1442 Hijriyah/2021 Masehi batal berangkat ke tanah suci Mekah.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi persnya yang disiarkan secara daring, Kamis (3/6/2021).

“Menetapkan pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriyah atau 2021 Masehi bagi warga negara Indonesia yang menggunakan kuota haji Indonesia dan kuota haji lainnya,” kata Yaqut.

Keputusan itu diatur dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 yang ditetapkan pada 3 Juni 2021.

Dalam surat keputusan tersebut, ada sejumlah pertimbangan yang menjadi dasar pemerintah membatalkan pemberangkatan jemaah haji.

Pertama, terancamnya kesehatan, keselamatan, dan keamanan jemaah haji akibat pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi.

Sementara, dalam ajaran Islam, menjaga jiwa harus dijadikan dasar pertimbangan utama dalam menetapkan hukum atau kebijakan oleh pemerintah.

Pertimbangan lainnya yakni Kerajaan Arab Saudi hingga kini belum mengundang pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani nota kesepahaman tentang persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021.

Arab Saudi juga belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Padahal, pemerintah Indonesia butuh waktu yang cukup untuk melakukan persiapan pelayanan jemaah haji.

Namun demikian, lanjut Yaqut, bagi jemaah haji yang batal berangkat tahun 1442 Hijriyah/2021 Masehi akan menjadi jemaah haji tahun 1443 Hijriyah/2022 Masehi.

“Bahwa jemaah haji baik reguler dan haji khusus yang sudah melunasi biaya perjalanan haji atau BPIH tahun 1442 Hijriyah/2021 Masehi akan menjadi jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji di tahun 1443 Hijriyah atau 2022 Masehi,” papar Yaqut.

Yaqut juga mengatakan, setoran biaya haji juga bisa diminta kembali oleh jemaah atau nantinya bisa dialihkan untuk keberangkatan tahun depan.

“Jadi uang jemaah aman dan dana haji aman. Jadi bisa diambil kembali atau bisa tetap berada di BPKH untuk kita perhitungkan nanti jika ada pemberangkatan ibadah haji,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yaqut mengungkapkan, pemerintah Indonesia tidak memiliki utang atau tagihan yang belum dibayarkan terkait pelaksanaan ibadah haji 1442 Hijriyah/2021 Masehi.

“Indonesia tidak punya utang atau tagihan yang belum dibayar yang terkait haji. Jadi info soal tagihan yang belum dibayar itu 100 persen hoaks atau berita sampah semata jadi tidak usah dipercaya,” terangnya.(ct10/sis)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button