Today

Harga Telur di Cianjur Naik, Imbas Isu Kenaikan Harga BBM?

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pertalite dan solar dinilai berimbas ke harga telur di Kabupaten Cianjur yang kini mulai mengalami kwnaikan

Kabid Perdagangan Diskoperdagin Kabupaten Cianjur, Agus Mulyana mengatakan, kenaikkan harga telur sudah berlangsung selama seminggu. Pihaknya langsung menyurvei dan mengecek peternak di Cikalongkulon, Cibeber, dan Warungkondang.

Dari survei tersebut, kata Agus, pihaknya mendapatkan keterangan dari peternak harga masih Rp 28 ribu perkilogram, namun saat ini yang beredar di pasar Rp 32 ribu perkilogram.

Selain isu kenaikan harga BBM pekan depan, kenaikan harga telur juga dipicu oleh harga konsentrat pakan yang naik dan masih impor, cuaca, ditambah dengan pembelian stok telur yang program BPNT.

Baca Juga: Ini Dia Harga BBM Terbaru Mulai Agustus 2022, Shell Turun Banyak!

“Hasil survei kami hari ini, kenaikan harga telur dipicu oleh beberapa faktor, prediksi harga akan naik selama dua pekan ke depan tapi kami berharap segera stabil sebelum dua pekan,” kata Agus kepada wartawan, Selasa (23/8/2022).

Menurutnya, pantauan harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cianjur, naik dari seharga Rp 27 ribu per kilogram menjadi Rp 29 ribu hingga Rp 32 ribu per kilogram.

“Jadi di sini ada kenaikan yang lumayan, dari harga Rp 27 Ribu kini sudah Rp 29 hingga Rp 32 ribu perkilogramnya,” tuturnya.

Pedagang telur di Pasar Cipanas, Saeful (29) mengatakan, saat ini harga telur ayam di pasaran mencapai Rp 29 ribu per kilogram, dari Rp 27 ribu per kilogramnya.

“Harga telur ayam mulai berangsur mengalami kenaikan semenjak dua minggu terkahir,” kata dia.

Kenaikan harga terlur ayam tersebut, mengalami kenaikan secara berangsur secara bertahap, dan hampir setiap harinya terus mengalami kenaikan sebesar Rp 1 ribu per kilogram.

“Harga normal telur ayam berada di kisaran Rp 25 ribu per kilogramnya, namun tidak tahu kenapa harga terus mengalami kenaikan,” ujarnya.

Senada, pedagang di Pasar Induk Cianjur, Mila (32) menuturkan, harga telur mencapai Rp 31 ribu per kilogram, dari angka Rp 27 ribu per kilogram.

“Karena naiknya harga telur, banyak masyarakat yang memprotes, dan banyak ibu rumah tangga mengurangi pembelian telur. Misalnya yang biasa membeli satu kilogram jadi setengah kilogram,” tambahnya.

Hal sama pula di ungkapkan Dani (33) pedagang telur ayam di Pasar Ciranjang, dirinya saat ini menjual telur ayam di angka Rp 32 ribu per kilogramnya, dari harga Rp 27 ribu per kilogram.

“Sejak dua minggu terakhir harga telur ayam dari sejumlah distributor mengalami kenaikan per harinya,” singkatnya.

Selain telur ayam, beberapa harga yang mengalami kenaikan di antaranya terigu dan cabai yang sudah merangkak naik.(ren)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Enable Notifications OK No thanks