Gaya Hidup

Hari Kebangkitan Nasional 2021: Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh!

CIANJURTODAY.COM – Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas memiliki sejarah penting bagi bangsa ini. Sehingga, kaum milenial wajib mengetahui seperti apa sejarah dan makna Harkitnas. Berikut ulasannya.

Peringatan Harkitnas kerap diperingati setiap tanggal 20 Mei yang juga merupakan tanggal berdirinya organisasi Boedi Oetomo (Budi Utomo) yang didirikan oleh dr Wahidin Soedirohoesodo.

Organisasi ini dibentuk pada tahun 1908 silam. Disebut juga sebagai organisasi modern pertama yang ada di Indonesia.

Di mana kelahirannya kemudian dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional dan tonggak sejarah kemajuan bangsa Indonesia.

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional

Pada 1908, dr Wahidin Soedirohoesodo berkeliling Jawa mencari dana untuk membiayai pelajar-pelajar yang pandai tapi miskin.

Walaupun sebenarnya ia adalah seorang dokter, namun dr Wahidin sangat giat dalam usaha memajukan pendidikan.

Dokter yang akrab disapa dengan Mas Wahidin itu, bertemu dengan tiga orang mahasiswa sekolah kedokteran Stovia di Jakarta, yaitu Sutomo, Gunawan Mangunkusumo, dan Suraji. Ketiga mahasiswa itu sudah lama mengagumi Mas Wahidin melalui majalah Retno Dumilak.

Kemudian dalam pertemuan itu, Sutomo mengusulkan kepada Mas Wahidin agar usaha-usahanya diperluas.

Tidak hanya bidang pendidikan saja, melainkan juga pertanian, peternakan, perniagaan, industri, hingga kesenian. Maka untuk mewujudkannya, perlu didirikan organisasi atau perkumpulan.

Sutomo dan teman-temannya lantas menyiapkan sebuah pertemuan besar. Mereka mendanai sendiri pertemuan itu, dan bahkan ada yang menjual sarung plekat yang saat itu sangat laris. Ada juga yang menjual sorban, menyumbang uang jajan, hingga uang sakunya.

Pertemuan tersebut akhirnya terlaksana pada tanggal 20 Mei 1908. Lahirlah organisasi yang lengkap dengan peraturan-peraturan dasarnya seperti tujuan, rancangan kegiatan, anggota, serta pengurus organisasi.

Makna Peringatan Hari Kebangkitan Nasional

Lahirnya organisasi Budi Utomo langsung disambut para pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan dalam satu tahun saja anggotanya mencapai 10.000 orang.

Pada masa itu, perkumpulan semacam ini memang baru pertama kalinya di Indonesia. Di organisasi tersebut, banyak pemuda Indonesia yang melatih dirinya dan menjadi pemimpin dari berbagai organisasi pergerakan kemerdekaan yang lahir kemudian.

Oleh karena itu, tanggal 20 Mei diperingati sebagai Harkitnasl. Bahkan bangsa Belanda pada waktu itu melihat lahirnya Budi Utomo sebagai bangkitnya Indonesia.

Makna Hari Kebangkitan Nasional adalah bagaimana menerapkan semangat nasionalisme dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di segala bidang.

Peringatan Harkitnas adalah untuk mengenang kembali bagaimana semangat perjuangan bangsa Indonesia tempo dulu untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai pembangunan.

Kebangkitan Nasional adalah bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan dan kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk menggabungkan diri melalui gerakan organisasi yang sebelumnya tidak pernah muncul selama masa penjajahan.

Tema Hari Kebangkitan Nasional 2021

Melalui Surat Edaran oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) mengenai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-113 pada Kamis (20/5/2021).

Menkominfo menyampaikan tema pada Harkitnas tahun ini adalah “Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh!”.

Mengusung tema tersebut untuk mengingatkan bahwa semangat Kebangkitan Nasional mengajari kita semua untuk selalu optimis dalam menghadapi masa depan.

Dengan itu kita bersama-sama hadapi semua tantangan dan persoalan sebagai penerus ketangguhan bangsa ini.

Nah jadi seperti itulah sejarah Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) beserta tema pada tahun ini dan maknanya, semoga bermanfaat.(ct7/sis)

Sumber: Suara.com

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button