Today

Hati-hati! Pelaku Judi Online Bisa Ditangkap Tanpa Laporan, Hukuman Maksimal Enam Tahun Bui

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Judi slot online kini tengah marak diperbincangkan masyarakat Cianjur. Bahkan, video sejumlah orang tengah berjudi secara digital sempat viral di media sosial. Namun, apakah hal itu bisa terjerat hukum pidana?

Praktik perjudian sudah ada di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), tepatnya dalam Pasal 303 ayat (1) KUHP. Di sana jelas, bahwa pelaku perjudian bisa diancam dengan pidana penjara paling lama 10 tahun atau pidana denda paling banyak Rp25 juta.

Sementara judi yang marak secara online di internet, sudah ada dalam Pasal 27 ayat (2) UU ITE. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Pelaku perjudian yang di maksud adalah mereka yang dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi. Menjadikannya sebagai pencarian, atau dengan sengaja turut serta dalam suatu perusahaan untuk itu.

Selain itu, mereka yang dengan sengaja menawarkan atau memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk bermain judi. Atau dengan sengaja turut serta dalam perusahaan untuk itu, dengan tidak peduli apakah untuk menggunakan kesempatan adanya sesuatu syarat atau di penuhinya sesuatu tata-cara. Terakhir, mereka yang menjadikan atau turut serta dalam permainan judi sebagai pencarian.

Sementara, judi menurut Pasal 303 ayat (3) KUHP adalah tiap-tiap permainan, yang mendasarkan pengharapan buat menang pada umumnya bergantung kepada untung-untungan saja.

Kalau pengharapan itu jadi bertambah besar, karena kepintaran dan kebiasaan pemain. Hal yang juga terhitung masuk main judi ialah pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lain. Yang tidak ada oleh mereka yang turut berlomba atau bermain itu, demikian juga segala pertaruhan yang lain-lain.

Judi Online Dalam penjelasan UU ITE

Lalu, bagaimana dengan judi online atau judi slot? Ternyata, hal tersebut pun sudah tertera di dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Perjudian yang marak secara online di internet diatur dalam Pasal 27 ayat (2) UU ITE. Yang menjelaskan, bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat terakses Informasi atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

Sementara ancaman hukumannya tertuang dalam Pasal 45 ayat (2), yakni setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan. Dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat akses Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

Hal tersebut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2) dipidana dengan hukuman pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Polisi Bisa Langsung Menindak Pelaku Judi Online

Praktisi Hukum Cianjur, Yudi Junadi mengatakan, polisi bisa langsung menindak pelaku perjudian online, tanpa harus menunggu laporan. Hal itu karena, pelanggaran ini bukan delik aduan.

“Tindak pidana pelaku judi online bukan delik aduan. Artinya, sepanjang polisi memiliki bukti permulaan yang cukup, tanpa aduan, dapat melakukan tindakan hukum. Entah penangkapan, penggeledahan, penahanan, dan upaya paksa yang dipandang perlu,” ujarnya kepada Cianjur Today, Kamis (28/10/2021).

Baca Juga: Begini Tips Berhenti Bermain Judi Online Slot Pragmatic

Binary Option Adalah Trading Ilegal Mirip Judi? Ini Penjelasan Bappebti

Yudi menjelaskan, semua orang baik warga asli Indonesia atau asing yang melakukan tindak pidana judi online bisa di hukum pidana. Akan tetapi, untuk perjudian online yang dioperasikan di luar negeri, belum ada hukum yang mengaturnya.

“Siapapun warga, entah itu WNI atau WNA yang melakukan tindak pidana judi online dapat ditindak sesuai dengan hukum pidana Indonesia, sepanjang di lakukan di Indonesia. Namun, bila judi itu dioperasikan di luar negeri, UU ITE maupun KUHP tidak mengaturnya,” jelas Yudi.

Polres Cianjur Terus Melakukan Pemantauan Praktik Judi Online

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cianjur, Septiawan Adi mengatakan, pihaknya jelas akan menindak apabila ditemukan ada masyarakat yang melakukan judi online.

“Iya, kalau sekiranya ada judi online, akan kami tindak,” ungkap dia.

Selain itu, ia pun menjelaskan, pihaknya sudah aktif di masyarakat dalam memantau kegiatan masyarakat. Sehingga, apabila ada indikasi perjudian online bisa langsung di-tindaklanjuti.

“Memang sudah menjadi tugas kita untuk memantau judi online di lingkungan, kami akan terus memantau,” tandas dia.(afs/sis)

Berikan Komentar Kalian

Back to top button