Today

Heboh! BEM UI Berikan Julukan pada Jokowi King of Lip Service, Apa Maknanya?

CIANJURTODAY.COM, Jakarta – Pagi ini, nama Presiden Jokowi kembali trending gegara julukan Jokowi The King of Lip Service yang diberikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).

Julukan tersebut diberikan mahasiswa sebagai bentuk kritik terbuka terhadap pemerintahan Jokowi saat ini.

BEM UI mengunggah foto Jokowi lengkap dengan mahkota dan tanda kecupan bibir merah sebagai background serta bertuliskan JOKOWI: THE KING OF LIP SERVICE tersebut pada Minggu (28/6/2021).

Sontak unggahan di akun Twitter @BEMUI_official tersebut menuai banyak komentar dari berbagai kalangan. Hingga pagi ini saja sudah disukai sekitar 40 ribu warganet, diretweet 21 ribu orang, dan dikomentari lebih dari 2.400 orang.

Bahkan di akun Instagram @bemui_official pun, sudah disukai lebih dari 126 ribut warganet dan dikomentari 15 ribu lebih beragam tanggapan.

Lalu, apa makna JOKOWI: THE KING OF LIP SERVICE yang dimaksud BEM UI?

“Halo, UI dan Indonesia! Jokowi kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras. Katanya begini, faktanya begitu,” tulis BEM UI.

“Mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, hingga rentetan janji lainnya. Semua mengindikasikan bahwa perkataan yang dilontarkan tidak lebih dari sek ada lip service semata. Berhenti membuat, rakyat sudah mual,” sambung BEM UI.

Dipanggil Rektorat Usai Kritik Jokowi

Tak lama berselang, sedikitnya ada 10 mahasiswa pengurus BEM UI dipanggil Rektorat UI, termasuk Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra oleh Direktur Kemahasiswaan UI Tito Latif Indra pada Minggu (27/6/2021).

“Betul, atas pemuatan meme tersebut di media sosial, UI mengambil sikap tegas dengan segera melakukan pemanggilan terhadap BEM UI pada sore hari Minggu, 27 Juni 2021,” kata Kepala Humas dan KIP UI Amelita Lusia melansir Suara.Com, Senin (28/6/2021).

Amelita mengklaim, pemanggilan ini bukan berarti membungkam kebebasan berpendapat mahasiswa, namun UI menilai tindakan mahasiswa ini telah melanggar aturan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani turut angkat bicara menanggapi polemik pemanggilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) oleh Rektorat buntut dari unggahan di media sosial yang mengkritik Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai “King of Lip Service”.

Arsul menyampaikan, kalau kritikan yang disampaikan kepada Presiden Jokowi di media sosial masih dianggap wajar.

“Soal meme BEM UI tersebut hemat saya masih merupakan bagian dari kritik yang wajar terhadap pemerintahan saat ini,” kata Arsul, Senin (28/6/2021).

Anggota Komisi III DPR RI itu menilai kalau kritik teman-teman BEM tak termasuk ke dalam unsur penyerangan martabat hingga penghinaan terhadap presiden. Menurutnya, kritikan masih dalam taraf yang normal.

“Itu bukan merupakan bentuk penyerangan martabat dan kehormatan ataupun penghinaan dan penistaan terhadap Presiden Jokowi,” tuturnya.

Kendati begitu, terkait dengan pemanggilan Rektorat terhadap BEM usai melempar kritik, Arsul menyampaikan hal tersebut tak usah dikembangkan kemana-mana. Selama pemanggilan tersebut tak berbuntut diberikannya sanksi.

“Jika mereka dipanggil untuk diminta menjelaskan saja ekspresi dalam bentuk meme maka ya itu masih merupakan bentuk dari pembinaan bidang kemahasiswaan oleh Rektorat UI,” tandasnya.(sis)

https://www.suara.com/news/2021/06/28/095556/bem-ui-juluki-jokowi-king-lip-of-service-ppp-ini-bukan-bentuk-penghinaan-ke-presiden

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button