Gaya Hidup

Historis Kopi dan Perlawanan Tanam Paksa di Cianjur

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Hari Kopi Internasional diperingati setiap 1 Oktober. Penetapan Hari Kopi ini diresmikan pada Maret 2014 dan dimulai pada 1 Oktober 2015. Lalu, bagaimana tanggapan para barista Cianjur?

Head Barista Ujala Kafe, Henry Ahadinuari, mengatakan adanya peringatan Hari Kopi Internasional untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan mengingat jasa petani kopi.

“Serta mempromosikan peningkatan konsumsi kopi di Nusantara,” paparnya saat diwawancara, Selasa (1/10/2019).

Di Cianjur, kopi juga memiliki historis. Menurutnya, kopi yang paling populer di Cianjur adalah jenis Arabica dibanding jenis Robusta.

Sementara itu, Direktur Lekra Kafe, Riyadi Maskur, menambahkan, semakin banyaknya kedai kopi di berbagai daerah merupakan indikasi makin banyaknya para penikmat kopi.

“Kita bisa melihat dalam ruang lingkup kecil khususnya Cianjur, kita bisa menemukan banyaknya kedai kopi,” ujarnya.

Dengan terbuka lebarnya bisnis kedai kopi, maka hal ini seharusnya menjadi senyum segar para petani kopi.

“Karena dari hulu ke hilir, kopi bisa menguntungkan berbagai pihak yang berkaitan,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk masyarakat Cianjur sendiri kopi punya historis. Dulu preanger stelsel di priangan berupa kopi dan Bupati Cianjur, Raden Aria Wuratanudatar III, juga sebagai penyetor pertama kopi kepada VOC.

Kopi yang kita nikmati hari ini juga tidak lepas dari perjuangan Raden Prawatasi beserta rakyat Cianjur, dalam melawan tanam paksa di tanah ini.

“Dalam secangkir kopi ada semangat juang yang tinggi. Selamat Hari kopi sedunia,” pungkasnya.(yan)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami