PeristiwaToday

Ibu-ibu Tewas Menemper Kereta Api Siliwangi di Karangtengah

CIANJURTODAY.COM, Karangtengah – Seorang ibu-ibu tewas setelah tertabrak atau menemper Kereta Api (KA) Siliwangi di Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur, Sabtu (29/5/2021) sekitar jam 07.19 Wib.

Korban yang diketahui berusia sekitar 50 tahun itu tertabrak atau menemper KA Siliwangi 436 jurusan Sukabumi – Cipatat, tak jauh dari Fly Over Maleber Karangtengah.

Informasi sementara yang dihimpun Cianjur Today, ibu-ibu yang belum diketahui identitasnya itu mulanya berada di sebelah kiri Jalur KA Petak Cianjur – Ciranjang.

Belum diketahui pasti bagaimana kronologis ibu-ibu tersebut menemper atau tertabrak kereta api yang sedang melaju.

Pascakejadian, jasad korban pun ditutupi daun pisang sambil menunggu evakuasi dan proses lebih lanjut dari pihak yang berwenang.

Sementara ini, Tim Cianjur Today sedang menunggu konfirmasi dari pihak berwenang. Info selanjutnya akan disampaikan di berita selanjutnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah saksi, perempuan tersebut tengah berjalan di jalur rel kereta api didaerah tersebut.

Menurut penuturan saksi yang bernama Siti (41) warga sekitar, saat itu terdengar suara klakson menandakan agar perempuan itu menyingkir akan tetapi tidak diindahkan.

“Sekitar pukul 07.30 WIB kejadiannya, udah dibunyikan klakson tapi kayaknya kurang mendengar akhirnya tertabrak hingga tubuhnya terpental,” ujarnya kepada Cianjur Today, Sabtu (29/5/2021).

Kemudian warga yang melihat tubuh korban langsung melaporkan kepada pihak desa serta pihak berwajib.

“Sudah dilaporkan, gak lama datang Bhabinkamtibmas dan dari Polsek Karangtengah mengidentifikasi jasad korban yang sengaja ditutupi daun pisang sama warga,” ungkapnya.

Yulki salah satu aparatur Desa Maleber yang mendatangi lokasi tersebut mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari warga sekitar adanya kejadian seorang perempuan lansia tertabrak kereta jurusan Cianjur menuju Cipatat.

“Bersama aparat Kepolisian memeriksa kondisi tubuh korban dan identitas, ternyata tidak ada tanda pengenal apapun,” katanya

Usai memeriksa kondisi tubuh korban dan tidak ada tanda pengenal, warga kemudian membawanya ke rumah sakit menggunakan mobil ambulans desa.(rez/ct10)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button